Kesehatan & kebersihan rongga mulut sangat penting untuk dijaga. Menyikat gigi merupakan perawatan yang paling umum dan mudah dilakukan seseorang untuk menjaga kesehatan gigi, dan rongga mulutnya. Menyikat gigi akan membersihkan sisa makanan, bakteri, juga kotoran lunak yang menempel di permukaan gigi sehingga kita akan terhindar dari masalah yang akan terjadi pada gigi ataupun mulut.

2

1

Saat ini banyak sikat gigi yang tersedia dengan aneka ragam warna, bentuk, dan bulu sikat yang berbeda-beda yang dikemas sedemikian rupa agar menarik dengan tujuan komersil tanpa memperhatikan keamanannya bagi rongga mulut. Tentu saja dengan keragaman tersebut beragam pula hasil akhir yang didapat. Penggunaan sikat gigi yang salah dapat berakibat fatal pada kesehatan gigi, seperti turunnya ketinggian gusi dan kerusakan pada email gigi yang nantinya akan membuat gigi terasa ngilu. Bagaimana cara memilih sikat gigi yang baik dan benar agar kita dapat menjaga kesehatan rongga mulut lebih optimal? Berikut adalah beberapa tips dalam memilih sikat gigi:

  1. Pilihlah sikat gigi yang memiliki gagang lurus, tidak berkelok agar tekanan yang di aplikasikan merata. Jika gaya yang kita berikan terlalu besar akan menyebabkan kerusakan pada email gigi dan penurunan gusi seperti gambar dibawah ini.3
  2. Menurut Persatuan Dokter Gigi Amerika (ADA) permukaan sikat dari sikat gigi dewasa sebaiknya memiliki panjang 3.5 cm dan lebar 1 cm, dimana terdapat 4 baris bulu sikat, dan setiap baris berisi 5 – 12 kumpulan bulu sikat (tuft)
  3. Pilih bulu sikat gigi yang berbahan nilon, ujungnya membulat, halus (soft – medium), tidak keras, dan panjang bulunya sama (rata) sehingga ketika kita menyikat gigi tidak mengiritasi gusi dan tidak merusak email gigi.
  4. Perhatikan ujung kepala sikat gigi harus membulat dan mengecil agar dapat masuk ke bagian gigi terdalam dan menjangkau seluruh area.4

Berikut adalah hal-hal juga perlu diketahui mengenai sikat gigi:

  • Setelah menyikat gigi, bersihkan kepala dan bulu sikat gigi pada air yang mengalir.
  • Jangan menyimpan sikat gigi di daerah yang lembab atau dengan penutup kepala sikat giginya (helm), karena penelitian ilmiah membuktikan bakteri dapat berkembang biak lebih banyak didalam keadaan lembab.
  • Tempatkan sikat gigi pada rak atau di dalam cangkir terbuka sehingga bulu sikatnya dapat mengering. Letakan sikat gigi sejauh mungkin dari toilet untuk mencegah kontaminasi bakteri toilet.
  • Wastafel diluar kamar mandi dapat menjadi pilihan untuk menyimpan sikat gigi. Ketika meletakan sikat gigi hindari sentuhan langsung antara sikat gigi satu ke sikat gigi lainya, karena mikroba dapat berpindah melalui kontak langsung antara keduanya.
  • Sikat gigi memerlukan penggantian jika bulu sikat telah berubah bentuk atau warnanya sudah pudar (2-3 bulan sekali).
  • Jangan menggunakan sikat gigi yang sama/berbagi sikat gigi dengan anggota keluarga/orang lain. Karena mikroba dari mulut, virus dan bakteri dari mulut yang terinfeksi bahkan dapat tinggal pada sikat gigi hingga berminggu-minggu dan berpotensi menyebabkan penyakit.

Memang terdengar mudah namun biasanya saat hendak membeli sikat gigi kita kerap tidak memikirkan hal-hal diatas dan tertarik dengan model sikat gigi terbaru atau tertarik dengan warna sikat gigi yang mencolok. Padahal salah memilih sikat gigi dapat berakibat fatal terhadap gigi dan gusi kita.

Pilih dan gunakanlah sikat gigi yang benar. Jangan lupa untuk periksakan gigi anda setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi dan setiap kontrol ke dokter gigi, konsultasikan juga bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar sesuai dengan keadaan gigi dan rongga mulut anda. Karena teknik juga sangat mempengaruhi kebersihan dan kesehatan rongga mulut kita semua.

Ditulis oleh: drg. Atria Indahsari

Berdasarkan:

Caranza, F.A., Newman, M.G., Takei, H.H., Klokkevold, P.R., 2012, Carranza’s Clinical Periodontology, 11th ed, Saunders Elsevier, China.