Apakah Influenza Itu?

Perubahan keadaan cuaca saat ini tergolong sangat ekstrem. Cuaca di Indonesia saat ini, khususnya Kota Bandung dapat berubah dalam hitungan jam, dari sangat panas di siang hari menjadi sangat dingin di malam hari maupun sebaliknya. Influenza merupakan salah satu penyakit yang paling umum diderita setiap orang ketika mendekati akhir tahun karena perubahan suhu dan menurunnya ketahanan tubuh. Influenza sendiri merupakan salah satu bentuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh ribuan jenis virus influenza yang beredar di seluruh belahan dunia.

Tanda- tanda / Gejala Influenza

Seseorang yang terjangkit penyakit influenza biasanya ditandai dengan demam mendadak, batuk (biasanya diawali dengan batuk kering / tanpa disertai keluarnya dahak), sakit kepala, nyeri otot dan persendian, meriang, sakit tenggorokan, dan pilek. Tingkat keparahan batuk dapat meningkat seiring berjalannya waktu dan dapat bertahan hingga 2 minggu atau lebih. Pada beberapa kasus, banyak orang sembuh dari demam dan gejala lainnya dalam seminggu tanpa memerlukan perawatan medis, namun yang perlu diwaspadai ialah influenza dapat menyebabkan penyakit parah lanjutan atau bahkan kematian, terutama pada orang-orang yang memiliki risiko tinggi. Waktu yang dibutuhkan sebuah virus influenza untuk menjangkiti tubuh kita hingga menjadi sakit (dikenal sebagai masa inkubasi) terhitung cepat, yaitu dalam 2 hari saja.

Siapa saja yang berisiko tinggi?

Apabila suatu influenza telah menyebar luas hinnga menjadi epidemi, influenza tahunan dapat mempengaruhi seluruh populasi secara serius. Risiko tertinggi komplikasi yang disebabkan influenza biasa terjadi pada ibu hamil, anak-anak berusia 6-59 bulan, orang tua, individu dengan kondisi medis kronis tertentu seperti HIV / AIDS, asma, dan penyakit jantung atau paru-paru kronis, dan petugas pelayanan kesehatan seperti dokter dan perawat.

Transmisi (Penularan) Influenza

Influenza dapat menyebar dengan mudah dan cepat. Pada daerah perkotaan, influenza dapat menular cepat di daerah padat penduduk khusunya sekolah dan panti jompo. Ketika seseorang yang terjangkit virus influenza batuk atau bersin, tetesan air liur / ingus berukuran mikro dan tidak terlihat mata yang mengandung virus akan tersebar ke udara dan dapat dengan mudah menyebar ke orang-orang terdekat yang menghirupnya.

Virus influenza juga dapat disebarkan oleh tangan yang terkontaminasi oleh virus influenza, baik melalui jabat tangan, pegangan pintu, maupun media penyebaran lainnya.

Pencegahan influenza

Untuk mencegah terjadinya penularan influenza, seseorang yang terjangkit virus influenza sebaiknya menutup mulut dan hidung mereka dengan tisu / sapu tangan setiap bersin maupun batuk. Mereka juga sebaiknya rajin mencuci tangan setiap saat.

Sebaliknya, bagi seseorang yang sehat dan tidak dalam kondisi terjangkit / tertular virus influenza, cara paling efektif untuk mencegah penyakit ini adalah dengan meningkatkan kekebalan tubuh. Kekabalan tubuh terhadap virus influenza dapat tetap terjaga dengan selalu menjaga pola hidup sehat, seperti makan makanan sehat dan bergizi, rajin berolahraga, cukup istirahat, mehindari stress, dan pola hidup lainnya. Kekebalan tubuh terhadap virus influenza juga dapat dijaga dengan melakukan vaksinasi secara teratur.

Bagi orang dewasa yang sehat, vaksin influenza dapat terus memberikan perlindungan, bahkan ketika virus yang beredar mungkin sudah tidak sesuai dengan vaksin yang didapat. Bagi kalangan orang tua dan lanjut usia, vaksinasi influenza menjadi kurang efektif dalam mencegah terjangkit influenza namun dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit (apabila terjangkit influenza) serta timbulnya komplikasi dan kematian.

Vaksinasi juga menjadi sangat penting bagi orang-orang yang berisiko tinggi mengalami komplikasi influenza serius maupun orang-orang yang tinggal dengan, atau merawat, mereka yang berisiko tinggi. World Health Organization (WHO) merekomendasikan diberikan vaksinasi tahunan untuk:

  1. Ibu hamil seiring meningkatnya usia kehamilan atau pada setiap tahap kehamilan
  2. Anak-anak yang berusia antara 6 bulan sampai 5 tahun
  3. Para lansia yang berusia lebih dari 65 tahun
  4. Para Individu dengan kondisi medis kronis tertentu
  5. Semua petugas pelayanan kesehatan

Vaksin influenza berada dalam tingkat yang paling efektif pada saat virus influenza yang beredar cocok dengan virus yang terkandung dalam vaksin. Karena sifat konstan dari sebuah virus influenza, WHO membentuk Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS). GISRS merupakan sebuah pusat jejaring influenza internasional dan juga merupakan pusat kolaborasi cabang-cabang WHO di seluruh dunia yang bekerja untuk terus memantau setiap jenis virus influenza yang beredar di dunia dan memperbaharui komposisi vakin influenza minimal dua kali setiap tahunnya.

Pengobatan dengan Vaksin

Obat antiviral / vaksin untuk influenza saat ini tersedia di hampir seluruh negara di dunia dan dapat berfungsi total untuk mengurangi kemungkinan komplikasi parah dan menurunkan tingkat kematian. Agar dapat berfungsi optimal dan ideal, vaksin ini perlu diberikan lebih awal (48 jam setelah timbulnya gejala) pada penderita influenza. Terdapat 2 kelas vaksin tersebut:

  1. Inhibitor protein neuraminidase influenza (oseltamivir dan zanamivir; serta peramivir dan laninamivir yang dilisensikan di beberapa negara).
  2. Penyumbat saluran proton M2 adamantan (amantadine dan rimantadine), dimana resistansi virus telah sering dilaporkan, yang membatasi keefektifan pengobatan.

Artikel ini dibuat oleh:

dr. Yuanita, Kepala Bidang Pelayanan Umum RSGM Maranatha

CategoryUncategorized