Pengertian implan gigi

Kehilangan gigi merupakan kasus yang sering ditemukan di bidang kedokteran gigi. Anda kehilangan gigi, dapat karena kecelakaan atau karena gigi yang berlubang sangat besar sehingga tidak dapat dipertahankan lagi, pasti merasa tidak nyaman, apalagi bila gigi depan yang hilang, anda merasa malu, menurunkan rasa kepercayaan diri. Kehilangan gigi belakang sangat berpengaruh pada fungsi pengunyahan, sehingga menimbulkan gangguan saat makan sehari-hari.

Kehilangan gigi idealnya harus diganti, ada beberapa cara untuk menggantikan gigi yang hilang, yaitu gigi tiruan lepasan, gigi tiruan jembatan dan implan gigi. Gigi tiruan lepasan adalah gigi tiruan yang dilepas pasang. Kekurangan gigi tiruan lepasan adalah masih menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien, kemungkinan hilang atau tertelan. Gigi tiruan jembatan dengan mengecilkan gigi-gigi tetangga untuk dipasangkan mahkota tiruan sebagai penyangga mahkota gigi tiruan gigi yang hilang. Gigi tiruan jembatan kadang dapat merusak gigi tetangga yang digunakan sebagai penyangga, karena pembersihan di bawah mahkota gigi tiruan sulit dilakukan oleh pasien, sehingga lambat laun gigi tetangga yang dipasang mahkota tiruan penyangga tersebut mengalami karies dan goyang. Implan gigi adalah logam titanium yang dimasukkan ke dalam tulang rahang untuk menggantikan akar gigi yang hilang, kemudian menunggu terjadi proses penyatuan tulang rahang dengan material tersebut (osteointegrasi), selanjutnya dipasang sambungan (abutment) untuk memegang mahkota tiruan.

Implan gigi mempunyai manfaat fungsional dan estetik, fungsi pengunyahan diperbaiki dan mengembalikan senyum pasien menjadi lebih menawan dengan susunan gigi yang mirip dengan gigi asli. Implan gigi lebih rigid dan stabil sehingga tampak lebih natural dan memiliki kekuatan gigitan yang baik.

Flo1Flo

Implan gigi tidak dianjurkan pada anak-anak, lebih tepat bagi pasien dewasa atau ketika pertumbuhan tulang sudah selesai. Sebenarnya tidak ada kontra indikasi yang mutlak untuk pemasangan implan gigi ini, akan tetapi untuk pasien yang mempunyai kebiasaan merokok sebaiknya dikurangi atau berhenti sama sekali dari kebiasaan tersebut, dan untuk pasien yang mempunyai riwayat penyakit diabetes mellitus, harus mengontrol kadar gulanya dulu sebelum melakukan pemasangan implan gigi. Untuk pasien dengan riwayat penyakit sistemik tertentu sebaiknya melakukan konsultasi pada Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk mendapatkan persetujuan tindakan pemasangan implan gigi tersebut.

Pasien harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan, diantaranya tulang gigi pasien harus sehat dan cukup tebal, karena pasien yang sudah kehilangan gigi lama maka tulang menciut dan menipis. Bagi pasien yang seperti ini, maka harus dilakukan penambahan tulang sebelumnya melalui metoda grafting. Khusus untuk gigi atas kadang-kadang jarak tulang dan sinus maksilaris sangat tipis sehingga diperlukan suatu operasi pengangkatan sinus agar implan gigi tidak menembus dan merusak mukosa sinus maksilaris. Bahan implan gigi terbuat dari titanium, atau logam yang bersifat biocompatible yang artinya saat bahan ini di masukkan ke dalam tulang, maka tubuh kita tidak memberikan reaksi penolakan.

Kesuksesan implan gigi ini bergantung dari beberapa hal, yaitu:

  • Kondisi tulang pasien
  • Bahan implan
  • Ketrampilan operator dalam hal ini dokter gigi pribadi anda
  • Pemeliharaan implan gigi oleh pasien

Angka kesuksesan pemasangan implan gigi rata-rata 90-95%, Kegagalan dalam pemasangan implan gigi biasanya berhubungan dengan proses penyatuan bahan implan gigi dengan tulang rahang yang tidak sempurna, yang antara lain disebabkan oleh adanya proses infeksi, karena pasien tidak menjaga kesehatan mulutnya dengan baik.

Pasien yang telah melakukan pemasangan implan gigi harus selalu menjaga kebersihan mulutnya dan melalukan kontrol periodik setiap 6 bulan sekali. Bila pasien selalu memperhatikan kesehatan mulutnya maka implan gigi dapat bertahan seumur hidup dan mahkota tiruan di atas implan bisa bertahan hingga 10-15 tahun.