Gigi berlubang merupakan penyakit yang banyak dijumpai di masyarakat kita, baik pada anak maupun pada orang dewasa. Gigi anak rentan terhadap gigi berlubang karena beberapa faktor penyebabnya. Kualitas email (lapisan pertama) gigi yang tidak sebaik pada dewasa, keterbatasan anak dalam pemeliharaan kesehatan giginya (terutama balita), pola makan anak yang menyukai makanan manis dan lengket, anak punya kebiasaan buruk (bad habits) seperti menghisap jempol, bernafas melalui mulut, menggigit kuku, minum susu menggunakan botol pada malam dan kebiasaan mengemut. Anak dengan gigi berlubang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-harinya. Gigi berlubang dapat menimbulkan keluhan (rasa sakit), anak akan menjadi rewel, sulit makan (menyebabkan asupan nutrisi menjadi kurang), sulit tidur, sulit bermain bahkan bisa mengganggu aktivitas sekolahnya.

Ada paradigma di masyarakat bahwa pemeliharaan kesehatan gigi pada anak sepertinya tidak sepenting pada pemeliharaan gigi dewasa, karena toch gigi anak akan digantikan dengan gigi dewasa. Jadi kalau gigi anak berlubang dan sakit orangtua akan minta dicabut saja, karena ada gigi baru yang akan menggantikannya. Apabila gigi anak tanggal atau dicabut sebelum waktunya dapat berdampak negatif. Gigi anak dapat sebagai penuntun arah gigi dewasa yang akan menggantikannya. Pencabutan gigi yang belum waktunya terutama gigi geraham, lebih sulit karena akarnya belum mengalami pengurangan secara alamiah (resorbsi fisiologi). Ruang gigi yang dicabut akan mengecil, gigi yang bersebelahan dengan gigi tersebut akan miring ke daerah yang dicabut, gigi dewasa yang akan menggantikannya kekurangan tempat, sehingga terjadi ketidakteraturan gigi serta rahang kurang berkembang, sehingga dapat berdampak jangka panjang. Pencabutan gigi depan sebelum waktunya juga dapat mengganggu penampilan (estetik) dan pelafalan beberapa huruf dapat terganggu. Ada beberapa orangtua bertanya, mengapa gigi anak mereka pada waktu gigi susu susunannya rapi, tetapi setelah tumbuh gigi dewasanya tidak teratur dan tumpang tindih? Salah satunya bisa disebabkan karena gigi susu nya tanggal sebelum waktunya.

Menjaga kesehatan gigi anak sejak dini merupakan hal yang penting. Mengapa? Karena perawatannya menjadi lebih sederhana, biaya pengobatan lebih kecil, waktu kunjungan berkurang. Berada di ruang praktik dokter gigi dan mendapat tindakan perawatan yang lama dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada anak.

Pencegahan gigi berlubang dapat dilakukan sejak dini. Sikat gigi 2 kali sehari, pagi setelah makan, dan malam sebelum tidur. Dapat juga dengan alat bantu seperti benang gigi (dental floss) dan obat kumur (untuk usia 6 tahun keatas) dan berkumur dengan air putih di bawah usia 6 tahun.

Ada sedikit perbedaan dalam hal menjaga kebersihan gigi dan mulut pada anak dengan orang dewasa. Pada anak usia toddler (< 3 tahun) menggunakan sikat gigi yang bulu nya halus, atau dengan kain kassa (kain yang lembut). Pada usia 3-6 tahun dengan pasta gigi sebesar biji polong didampingi oleh orangtua di depan cermin. Anak usia > 6 tahun sikat gigi dengan pasta gigi berfluorida dan dilakukan penyikatan pada lidah juga.

Pencegahan lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, sayur dan buah-buahan. Hindari makanan yang mengandung gula dan lengket. Kontrol rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali. Kapan waktunya seorang anak pertama sekali ke dokter gigi? Biasanya gigi pertama anak tumbuh di usia 6 bulan. Pada usia anak tersebut orangtua dapat membawa anak berkunjung ke dokter gigi dan konseling tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.

Pencegahan yang dilakukan di praktik dokter gigi dengan aplikasi fluor secara lokal pada gigi anak yang berisiko gigi berlubang yang tinggi, penutupan dengan bahan penambalan yang mengandung fluor pada gigi geraham yang mempunyai bentuk garis-garis gigi yang dalam sehingga mudah dibersikan. Perawatan gigi yang bisa dilakukan adalah penambalan gigi, perawatan saraf gigi, pembuatan mahkota gigi dan yang lainnya.

Apabila gigi yang berlubang tidak bisa dipertahankan lagi dan harus dicabut, dapat dibuatkan alat (space maintainer), baik yang bisa dilepas maupun yang permanen yang bertujuan mempertahankan ruangan yang ada untuk tempat tumbuhnya gigi dewasa pengganti.

Berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan akibat gigi berlubang, maka diharapkan anak bisa merdeka dari gigi berlubang. Upaya pencegahan menjadi prioritas yang utama. Untuk tercapainya harapan anak merdeka dari gigi berlubang diperlukan kerjasama yang baik antara dari anak, lingkungan (orangtua/pengasuh) dan dokter gigi. Gigi anak yang sehat dan kuat akan mempengaruhi kehidupan anak secara keseluruhan.

Senyum sehat, senyum anak Indonesia.

CategoryTopik Gigi Anak