Apakah anda pernah merasakan gigi sakit atau ngilu terutama saat makan makanan manis atau minum minuman yang panas atau dingin? Mungkin anda sedang mengalami gigi sensitif.

Jenis sakit atau ngilu yang diakibatkan gigi sensitif biasanya tidak berdenyut dan tidak bersifat konstan, sakitnya dapat datang dan hilang begitu saja. Terkadang anda akan merasa bingung untuk menentukan lokasi gigi yang sakit dimana, karena biasanya sakitnya menyebar dan bias. Maka diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui tepatnya gigi yang mana yang terasa mengalami gigi sensitif. Apalagi jika sakitnya menetap maka hal ini merujuk ke hal yang lebih serius. Maka penting hal nya utuk berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui gejala, penyebab dan perawatan yang tepat untuk gigi sensitif.

Apakah penyebab gigi sensitif ?

Gigi terdiri dari lapisan terluar yang keras berwarna putih yaitu email, kemudian dibawahnya terdapat jaringan dentin yang secara mikroskopis berlubang-lubang kecil (selanjutnya disebut tubuli dentin) dan berwarna lebih kuning, serta terdapat jaringan pulpa yang terdiri dari pembuluh darah dan syaraf yang mengisi ruangan di dalam dentin.

1

Ujung – ujung syaraf pulpa sangat dekat dengan tubuli dentin. Dimana jika tubuli dentin terpapar maka rangsangan seperti air panas atau dingin, makanan manis, maupun udara dapat membuat rasa ngilu, karena syaraf-syaraf tersebut terangsang oleh cairan yang masuk ke dalam tubuli sehingga menimbulkan rasa sakit.

2

Adapun hal-hal yang dapat membuat tubuli dentin terpapar adalah:

  • Gigi berlubang atau patah hingga ke dentin.
  • Tambalan gigi yang sudah tidak baik atau bocor.
  • Gusi yang sudah turun sehingga akar gigi terbuka.
  • Kebiasaan buruk suka menggertakan gigi secara berulang (bruxism / clenching) sehingga email gigi terkikis dan dentin terpapar.

Apa yang harus dilakukan jika gigi kita sensitif ?

  1. Hindari makanan atau minuman yang bersifat atau dapat menghasilkan asam. Seperti soda, permen, makanan atau minuman yang manis.
  2. Jangan terlalu keras dalam menyikat gigi karena dapat membuat gigi semakin rusak dan gusi semakin turun.
  3. Gunakan pasta gigi khusus yang mengandung agen desensitasi seperti potasium nitrat.
  4. Hindari melakukan bleaching pada gigi sampai sensitivitas giginya tertangani.
  5. Hindari kebiasaan buruk menggertakan gigi.
  6. Segera tambal gigi anda yang berlubang.
  7. Perbaiki tambalan gigi yang sudah bocor atau tidak baik lagi.3
  8. Penggunaan gel yang mengandung fluorida.
  9. Jika gusi anda terlihat turun ada beberapa perawatan yang dapat dokter gigi lakukan. Diantaranya adalah menutup akar gigi yang terpapar akibat gusi turun dengan menggunakan bahan tambal, ataupun dilakukan bedah untuk mengembalikan ketinggian gusi sehingga akar tidak lagi terpapar.45
  10. Untuk kasus yang parah mungkin dokter gigi akan menganjurkan untuk melakukan perawatan saluran akar agar gigi tidak sakit kembali.

Demikian cara-cara menghadapi gigi sensitif. Ketakutan dalam berkunjung ke dokter gigi merupakan salah satu hal yang menghalangi kita untuk menjadi sehat. Karena mengabaikan keadaan gigi bisa memperburuk keadaan. Sikat gigi dua kali sehari untuk membantu menjaga senyum tetap cerah dan bebas dari rasa sakit. Dan temui dokter gigi Anda untuk pemeriksaan dua kali setahun.