Selama bulan Ramadhan, umat muslim menjalani ibadah puasa, yang dilakukan dengan tidak makan dan minum. Puasa dijalankan mulai dari matahari terbit sampai terbenam. Walaupun berpuasa, umat muslim juga wajib untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Salah satunya adalah mencegah Dehidrasi, dengan mendapat asupan cairan yang cukup. Dehidrasi dapat dikenali dengan gejala-gejala berikut antara lain: haus, merasa lemas, bingung, dan terkadang denyut jantung yang lebih cepat. Selain itu gejala kekurangan cairan tubuh juga meliputi kurangnya konsentrasi. Pada keadaan dehidrasi yang juga disebabkan oleh suhu lingkungan luar yang tinggi dapat menimbulkan heat exhaustion. Gejala heat exhaustion selain merasa lemas juga disertai pusing, sakit kepala, dan mual. Apabila tidak ditangani gejala tersebut dapat mengalami perburukan menjadi suatu kondisi yang disebut heatstroke. Heatstroke sendiri dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan organ vital lainnya. Namun secara umum, haus dan kurangnya asupan cairan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, gangguan jantung, dan gangguan fungsi ginjal.

Berikut beberapa tips agar terhindar dari dehidrasi selama berpuasa :

  1. Minum 8 – 12 gelas air antara Iftar dan Sahur
    Jumlah ini dianggap memenuhi kebutuhan minimum ginjal untuk melakukan tugasnya dalam mengeluarkan racun di dalam darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Minum air hangat lebih disarankan karena lebih cepat diserap oleh tubuh dari pada air dingin. Konsumsi air yang cukup memastikan saluran pencernaan terhidrasi dengan baik. Dapat mencegah konstipasi dan gangguan pencernaan lainnya. Menyantap sup setiap hari selama berpuasa juga merupakan sumber cairan yang baik. Selain itu, buah dan sayuran yang mengandung banyak air seperti semangka, tomat, mentimun, anggur, dsb dapat membantu mengurangi haus.1
  2. Hindari konsumsi garam, makanan pedas, rempah yang berlebih
    Disarankan untuk menghindari makanan tersebut saat berbuka karena hal ini meningkatkan kebutuhan cairan tubuh. Selain itu penggunaan garam dalam memasak juga sebaiknya dikurangi. Rasa makanan yang terlalu asin dapat meningkatkan rasa haus.2
  3. Kurangi Makanan Manis
    Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan manis meningkatkan rasa haus, sehingga disarankan untuk makan buah-buahan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan melegakan haus.3
  4. Hindari Kafein dan Nikotin
    Kafein merupakan diuretik alami karena meningkatkan rasa haus dan mengurangi cairan tubuh, sehingga kafein sebaiknya dihindari pada saat bulan puasa. Dalam hal ini minuman lain yang tidak disarankan meliputi minuman penambah energi, minuman bersoda, teh, dan kopi. Selain itu rokok juga sebaiknya dihindari karena memicu mulut kering yang berkepanjangan dan rasa haus.4
  5. Hindari paparan matahari atau aktifias fisik yang berlebih ketika siang hari
    Penting untuk minum banyak air ketika terpapar matahari dan suhu tinggi karena meningkatkan risiko dehidrasi dan lebih cepat merasa haus. Waktu yang paling baik untuk berolahraga selama berpuasa adalah tepat setelah berbuka puasa dimana tubuh telah dibekali dengan makanan dan minuman untuk memberi energi, juga akan lebih cepat mengembalikan cairan yang hilang akibat olahraga.5

Dengan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, kita juga turut menjaga kesehatan tubuh. Akan lebih baik bila hal ini dijadikan sebagai kebiasaan sehari-hari. Jadi, Ingatlah untuk tetap menjaga asupan cairan minimal 8 gelas sehari, menghindari makanan yang pedas, terlalu manis atau asin, jauhi rokok, dan melakukan aktifitas fisik setiap hari. Menerapkan pola hidup sehat seperti menerapkan pepatah yang mengatakan, “lebih baik mencegah daripada mengobati”.

Daftar Pustaka

  1. https://www.hamad.qa/EN/your%20health/Ramadan%20Health/Health%20Information/Pages/Dehydration.aspx
  2. https://www.thenational.ae/uae/health/uae-doctors-issue-dehydration-warning-to-fasting-muslims-1.336143
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20424438
  4. https://www.nature.com/articles/1601899