Diskolorasi gigi atau pewarnaan pada gigi merupakan perubahan warna pada gigi asli, secara garis besar dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik dan intrinsik. Diskolorasi ekstrinsik terjadi karena akumulasi bahan kromatogenik pada permukaan luar gigi. Diskolorasi ekstrinsik dapat terjadi karena teknik menyikat gigi yang tidak baik, merokok, pemakaian obat kumur dalam jangka panjang, dan kebiasaan minum kopi, teh, atau wine. Diskolorasi menetap yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik ini dapat dihilangkan dengan kombinasi perawatan scalling (menggunakan pasta profilaksis) dan bleaching in-office. Sebelum memulai perawatan ini, gigi-gigi harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu dari adanya karies atau lubang dan kualitas dari restorasi atau tambalan gigi yang sudah ada. Apabila ditemukan karies atau tambalan gigi yang kurang baik, maka harus dilakukan restorasi atau penambalan terlebih dahulu sebelum perawatan bleaching dilakukan.

A1

Gambar 1. Salah satu contoh perawatan bleaching in-office karena diskolorasi ekstrinsik. Perawatan ini dilakukan 1 kali kunjungan (1 jam pengerjaan) dan dapat membuat warna gigi menjadi lebih putih dan cerah.

Diskolorasi intrinsik adalah perubahan warna yang lebih dalam pada struktur gigi dapat dipengaruhi oleh penuaan, trauma gigi, penggunaan obat tetrasiklin, gigi non-vital, atau karies gigi. Gigi yang mengalami diskolorasi intrinsik dapat dilakukan perawatan internal bleaching untuk mengembalikan warna gigi ke semula. Perawatan internal bleaching pada gigi non-vital atau nekrosis harus didahului oleh perawatan saluran akar yang baik. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, perawatan internal bleaching dapat dilakukan 2-3 kunjungan dengan memasukkan bahan hidrokgen peroksida 35% pada bagian dalam gigi. Perawatan kombinasi dengan direct veneer atau indirect veneer dapat dilakukan pada kasus diskolorasi yang berat.

A2

Gambar 2. Perawatan estetik (Internal bleaching) yang dilakukan pada 2 gigi depan. Kedua gigi depan tersebut terdapat riwayat trauma cukup berat sebelumnya sehingga gigi menjadi non-vital atau nekrosis. Gigi tersebut dilakukan perawatan saluran akar sebelumnya lalu dilakukan internal bleaching untuk didapatkan warna yang sama dengan gigi sebelahnya.

A3

Gambar 3. Perawatan estetik kombinasi yaitu internal bleaching dan direct veneer telah dilakukan pada gigi depan atas. Warna gigi depan atas kiri terlihat lebih gelap daripada gigi sebelahnya. Gigi tersebut mengalami perubahan warna karena adanya karies atau lubang gigi sehingga gigi menjadi non-vital atau nekrosis. Gigi ini dilakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu selama 1 bulan masa perawatan kemudian untuk mengembalikan warna gigi menjadi lebih putih dilakukan perawatan internal bleaching. Dua minggu kemudian pasien kontrol dan dilakukan perawatan kombinasi dengan direct veneer sehingga hasil terlihat sangat estetik.

A4

Gambar 4. Prosedur perawatan internal bleaching yaitu aplikasi hidrogen peroksida 35% pada bagian dalam gigi dan pasien diinstruksikan untuk kontrol 5-7 hari untuk pengecekan warna gigi.