Radang Gusi atau gingivitis merupakan suatu penyakit periodontal (jaringan pendukung gigi) berupa peradangan yang terjadi pada gusi yang dapat diakibatkan dari adanya penumpukan plak dan karang gigi. Plak sendiri terbentuk dari bakteri dan sisa makanan yang menempel pada pemukaan gigi. Plak yang tidak dibersihkan dalam jangka waktu tertentu akan mengeras membentuk karang gigi dan karang gigi ini hanya dapat dibersihkan oleh dokter gigi.

Radang gusi masih bersifat reversible / dapat kembali ke kondisi awal ketika karang gigi dibersihkan. Penderita radang gusi sering kali tidak merasakan adanya keluhan dan sering kali penderita tidak menyadari hal tersebut dan tidak sedikit penderita baru menyadari keadaan tersebut pada tahap lanjut dan telah terjadi kerusakan tulang atau dikenal dengan sebutan Periodontitis, pada tahap ini kondisinya menjadi irreversible atau tidak dapat kembali ke kondisi awal.

Biasanya kondisi ini sudah menyebabkan penurunan tulang yang disertai penurunan gusi, bahkan jika sudah parah dapat menyebabkan kegoyangan gigi.

Gejala-gejala dari kondisi ini meliputi

  • Pembengkakan gusi
  • Gusi berwarna merah tua
  • Gusi yang rentan berdarah
  • Bau mulut
  • Gusi tidak nyaman

Pencegahan Radang Gusi / Gingivitis

  • Menyikat gigi minimal 2 kali sehari (pagi hari setelah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur).
  • Menggunakan sikat gigi soft dan menggantinya dengan yang baru setiap 2-4 bulan.
  • Menggunakan obat kumur yang mengandung anti bakteri jika dianjurkan dokter.
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi, setidaknya satu kali sehari.
  • Tidak merokok
  • Ke dokter gigi untuk melakukan pembersihan karang gigi setiap 6 bulan sekali atau sesuai anjuran dokter dalam kasus yang lebih parah.

Bagaimanakah jika sudah terlanjur mengalami kerusakan tulang atau periodontitis?

Jika sudah mencapai tahap ini maka akan diperlukan treatment yang lebih kompleks tergantung dari tingkat keparahan penyakit. Pada kasus periodontitis tahap awal biasanya memerlukan tindakan perawatan saku gusi (celah yang terbentuk diantara permukaan gigi dan gusi), pada tahap lebih parah mungkin memerlukan tindakan bedah periodontal.

Pada keadaan seperti ini pasien sudah harus kontrol secara lebih teratur, dikarenakan perawatan periodontitis memerlukan kontrol, bukan seperti pembersihan karang gigi biasa yang mungkin hanya memerlukan 1-2 kali kunjungan saja.