Gusi merupakan penyangga utama gigi kita. Peran gusi sangat penting, namun seringkali terlupakan. Banyak orang sebenarnya menderita penyakit gusi, namun seringkali tidak disadari karena tidak menimbulkan rasa sakit. Masyarakat lebih mengindahkan sakit gigi dan rasa nyeri akibat gigi berlubang, tetapi mengabaikan / menganggap sepele gusi yang berdarah. Padahal gusi berdarah dapat berakibat lebih fatal seperti gigi yang tanggal / lepas.

Gusi yang Sehat

Gusi atau gingiva merupakan bagian tubuh yang terletak didalam mulut yang terdiri dari berbagai jariangan yang menutupi tulang alveolar yang ada didalam rongga mulut. Gusi yang sehat memiliki warna merah muda yang menandakan adanya pembuluh darah, bersifat stabil dan tidak goyah ketika disentuh, serta memiliki tekstur berbintik-bintik seperti kulit jeruk. Di luar ciri-ciri tersebut, ada kemungkinan anda memiliki masalah dengan gusi anda. Jika gusi anda berubah menjadi warna merah terang atau bahkan berdarah, maka tanda-tanda peradangan gusi sudah terjadi.

Ada Lapisan Lengket di Gusi, Apakah Itu?

Hampir di setiap permukaan gusi terdapat sebuah lapisan tipis bakteria yang dapat melekat yang disebut dengan biofilm. Biofilm menyebabkan gusi dan gigimu terasa seperti tertutup lendir pada saat anda bangun tidur di pagi hari. Hal ini normal dan terjadi pada semua orang walaupun anda menggosok gigi, flossing (membersihkan gigi dengan benang gigi / dental floss), atau berkumur dengan obat kumur / pencuci mulut. Biofilm sayangnya bila tidak rajin dibersihkan setiap hari dapat menumpuk dan berkembang menjadi plak gigi yang dapat menyebabkan penyakit gusi.

Penyakit gusi sendiri berasal dari beberapa bakteri jahat (bakteri yang tumbuh subur pada gula yang tertinggal di gusi dan gigi dan berubah menjadi asam pembusuk gigi) dan beberapa bakteri baik (bakteri yang membuat biofilm normal menjadi kurang menarik bagi bakteri jahat).

Seseorang yang melakukan perawatan gigi seperti menggosok gigi, flossing, dan berkumur setiap hari dapat mengontrol dan meminimalkan ukuran biofilm, dan berpotensi membuatnya lebih sehat dengan meningkatkan jumlah bakteri baik di dalamnya. Tetapi orang yang jarang membersihkan gusi dan gigi serta berkumur, biofilm (yang biasanya berwarna kuning pucat) dapat mengeras menjadi tartar dan menebal sehingga hanya dapat dibersihkan oleh dokter gigi.

Kenapa Gusi Bisa Berdarah?

Gusi terbuat dari jaringan yang halus dan mudah berdarah bila terkena gesekan kuat. Semakin usia kita bertambah, kita akan semakin terbiasa melihat satu atau dua tetes darah di wastafel saat menggosok gigi atau flossing. Inilah anggapan umum yang kita yakini sebagai sesuatu yang biasa saja. Namun gusi berdarah (bahkan saat dibersihkan oleh dokter gigi) tidaklah normal dan tidak sehat. Ini semua tanda-tanda (yang mungkin terjadi disertai tanda-tanda lain yang sering diabaikan seperti gusi bengkak, merah, teriritasi) dari penyakit gingivitis (penyakit gusi awal).

Jutaan orang dewasa menderita penyakit gusi namun hanya sebagian kecil yang menyadarinya, karena sakit gusi bukanlah gejala awal. Penyakit gusi dalam tahap awal ini mudah disembuhkan. Caranya adalah dengan peningkatan perawatan mulut sehari-hari dan lebih sering pergi ke dokter gigi untuk membersihkan plak dan tartar pada gigi. Gusi berdarah juga dapat menjadi indikator dari berbagai penyakit berikut:

  1. Gingivitis

    Gingivitis adalah peradangan pada gusi yang dapat membuat gusi anda lebih sensitif dan rentan mengalami perdarahan. Biasanya, gingivitis berawal dari plak yang menempel terlalu lama di garis gusi. Selain gusi berdarah, gingivitis juga ditandai dengan gusi berwarna merah, bengkak, dan terasa nyeri. Jika diabaikan, gingivitis dapat berkembang menjadi penyakit gusi serius (periodontitis) yang menyerang gusi, kemudian mengikis tulang rahang, dan menjadi penyebab nomor satu bagi gigi tanggal. Jika anda sudah melihat adanya tetesan darah, jangan tunggu lama-lama untuk mulai meningkatkan rutinitas menggosok gigi, flossing, maupun berkumur.

  2. Periodontitis

    Periodinitis merupakan tahap lanjutan dari gingivitis. Jadi, bila gingivitis dibiarkan saja terlalu lama, maka bisa berkembang semakin parah dan menyebabkan periodontitis. Penyakit gusi ini bisa menyebabkan infeksi pada gusi, tulang rahang, dan jaringan penghubung antara gigi dan gusi. Bahkan, periodontitis juga bisa menyebabkan gigi anda merenggang dan tanggal.

  3. Trombositopenia

    Trombositopenia adalah kondisi kekurangan trombosit di mana jumlah trombosit menurun hingga di bawah batas minimal. Gejala utamanya adalah perdarahan yang bisa terjadi di luar maupun di dalam tubuh dan terkadang sulit dihentikan. Salah satu contohnya gusi berdarah.

  4. Kekurangan Vitamin K

    Gusi berdarah juga bisa menjadi pertanda kalau anda sedang kekurangan vitamin, khususnya vitamin C dan vitamin K. Kedua jenis vitamin tersebut diperlukan untuk membantu proses pembekuan darah. Anda bisa mengatasi gusi berdarah akibat kekurangan vitamin ini dengan cara memperbanyak asupan vitamin C yang bisa ditemukan dalam jeruk, tomat, kiwi, brokoli, dan kentang. Sedangkan asupan vitamin K, bisa anda dapatkan dengan mengonsumsi bayam, selada, kacang kedelai, dan minyak zaitun.

  5. Leukemia

    Salah satu gejala dari leukemia atau kanker darah adalah gusi berdarah. Penyakit ini terjadi karena tubuh kekurangan sel darah normal. Pada kasus leukemia, sumsum tulang belakang memproduksi sel-sel darah yang abnormal yang kemudian dapat menggantikan sel-sel darah normal. Akibatnya, tubuh akan kesulitan untuk melawan infeksi, mengontrol perdarahan, dan mengalirkan oksigen.

  6. Hemofilia

    Penyakit lainnya yang juga bisa menimbulkan gejala berupa gusi berdarah adalah hemofilia. Ini merupakan penyakit gangguan perdarahan yang disebabkan oleh faktor keturunan. Hemofilia dapat menyebabkan perdarahan yang tidak normal atau berlebihan dengan kemampuan pembekuan darah yang buruk. Itulah sebabnya penyakit ini bisa menyebabkan gusi berdarah dan perdarahan lainnya.

  7. Diabetes

    Diabetes dapat memberikan efek timbal balik pada penyakit gusi atau gusi berdarah. Di satu sisi, diabetes bisa menjadi penyebab penyakit gusi. Ini karena diabetes bisa melemahkan kemampuan mikroba dalam mulut untuk melawan bakteri, sehingga bakteri dalam mulut dapat dengan mudah membentuk plak gigi. Selain itu, kadar gula dalam darah yang tinggi pada pengidap diabetes juga bisa memperburuk penyakit gusi. Tapi, di sisi lain, diabetes juga bisa diperburuk oleh penyakit gusi. Ini karena penyakit gusi membuat diabetes lebih sulit dikontrol.

  8. Merokok

    Kebiasan yang tidak sehat tentu akan berdampak negatif pada tubuh, seperti misalnya merokok. Tak hanya merusak paru-paru, merokok juga membuat kesehatan gusi dan mulut menjadi terganggu. Tak hanya bibir berubah warna menjadi hitam, merokok turut mengakibatkan jaringan pada gusi menjadi sulit diperbaiki dan membuatnya mudah bengkak dan berdarah.

  9. Pengaruh Hormon

    Pada dasarnya, hormon tubuh akan mengalami perubahan pada kondisi tertentu, seperti saat hamil, menopause, pubertas, dan menstruasi. Dampaknya, ada beberapa bagian tubuh yang menjadi lebih sensitif, seperti misalnya gusi. Bukan tidak mungkin jika gusi akan mudah berdarah yang menyebabkan peradangan pada gusi.

  10. Terlalu Keras Saat Menyikat Gigi

    Hindari menggosok gigi terlalu keras, karena akan membuat gusi mudah berdarah, terlebih kalau gigi anda termasuk gigi sensitif. Sebaiknya, sikatlah gigi perlahan-lahan menggunakan bulu sikat yang lembut. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi setidaknya tiga bulan sekali atau ketika bulu sikat sudah mengembang ke segala arah.

  11. Tidak Rutin Menggosok Gigi

    Demi mencegah munculnya plak pada gigi, dokter gigi menganjurkan anda untuk menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur. Lupa atau malas menggosok gigi hanya akan membuat plak gigi semakin banyak, yang menyebabkan bau mulut menjadi tidak sedap dan terjadinya gusi berdarah. Plak gigi yang terbentuk lama-lama akan mengeras dan menjadi karang gigi.

  12. Cara Menyikat Gigi yang Kurang Tepat

    Menyikat gigi akan membuat gigi dan gusi berdarah jika dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Bukan menggosok berlawanan arah, tetapi lakukan gerakan melingkar ketika anda menggosok gigi, dan jangan terlalu keras. Gerakan ini akan memberikan pijatan lembut pada gigi dan gusi serta membuatnya lebih bersih. Berbeda dengan gerakan maju mundur yang hanya membuat gusi lebih mudah infeksi.

  13. Posisi Gigi yang Tidak Beraturan

    Penyebab gusi berdarah terakhir adalah karena posisi gigi dan gusi yang tidak beraturan. Kondisi ini membuat sisa makanan mudah tersangkut di sela gigi maupun gusi. Jika anda membersihkannya kurang tepat, kotoran makanan ini akan menjadi plak dan menyebabkan gusi mudah berdarah.

    Selain gusi berdarah tanda lain yang bisa terjadi adalah :

    • Gusi bengkak
    • Gusi berdarah
    • Gusi menyusut
    • Nafas tidak sedap
    • Gigi tanggal

    Pada kondisi tertentu masih dapat dilakukan perawatan bagi gigi yang mulai goyah dengan diberi pengikatan (splinting) untuk mempertahankan gigi tersebut sehingga tidak perlu dicabut.

Bagaimana Mencegah Terjadinya Gusi Berdarah.

Perawatan yang dapat dilakukan adalah pertama ke dokter gigi untuk dibersihkan karang giginya, karena hanya dokter gigi yang dapat membersihkan dengan alat khusus. Dilanjutkan dirumah dengan membersihkan dengan rutin. Instruksi kebersihan mulut merupakan hal yang penting untuk perawatan dirumah, dengan cara sebagai berikut :.

  • Menyikat gigi sehari dua kali, pada waktu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
  • Pilihlah sikat gigi yang berbulu sikat halus dan kepala sikat kecil.
  • Cara menyikat dengan arah gerakan merah ke putih atau gusi ke gigi, min. 5-8 setiap daerah.

Kapan waktu ke dokter gigi, secara umum baiknya tiap 6 bulan sekali, tetapi setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda apalagi dengan kondisi penyakit gusi. Penyakit periodontal atau gusi ini jika sudah kondisi yang parah akan dirawat oleh bagian Spesialis Periodontia yang khusus menangani kasus-kasus pada gusi. Jangan pernah tunggu ketika sudah sakit, tetapi rawat lah dari awal meskipun belum ada ketidaknyamanan. Dokter gigi merupakan rekan yang membantu anda lebih sehat. Sayangilah gigi dan gusi anda karena mereka juga akan memberikan kenyamanan kepada kita.


Drg. Henry Mandalas, DMD, Sp.Perio, MH.Kes

Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Maranatha

Dokter Gigi Spesialis Periodonti RSGM Maranatha

Sumber

  1. Newman, Takei, Klokkevold C. Carranza’s Clinical Periodontology 12th Edition. The Journal of the Academy of Clinical Dentistry. 2016.
  2. https://hellosehat.com/hidup-sehat/gigi-mulut/penyebab-gusi-berdarah/
  3. https://www.halodoc.com/gusi-berdarah-bisa-indikasikan-7-kondisi-ini