Apakah gigi anda pernah dicabut? Perlukah gigi anda dicabut? Apakah saya perlu menggunakan gigi palsu? Pertanyaan tentang hilangnya gigi ini sering ditanyakan oleh orang awam. Hilangnya gigi pada manusia bisa terjadi sejak usia dini. Penyebab hilangnya gigi bermacam-macam, bisa diakibatkan oleh karies (lubang) pada gigi, kegoyangan dari gigi itu sendiri, trauma (misalnya karena kecelakaan), dan lain-lain.

Kehilangan gigi menyebabkan kondisi edentulus pada rahang atau yang biasa disebut dengan ompong oleh masyarakat. Kondisi yang sering terjadi adalah edentulus pada gigi geraham terutama rahang bawah karena gigi inilah yang pertama tumbuh sebagai gigi permanen. Kasus-kasus yang sering terjadi adalah kehilangan gigi pada gigi geraham bawah belakang kanan dan kiri.

Hilangnya gigi ini menyebabkan kesulitan saat mengunyah, mengganggu estetik ( terutama jika kehilangan gigi didaerah depan), kesulitan mengucapkan beberapa kata, pindahnya gigi tetangga yang berdekatan dengan daerah edentulus, gigi antagonis yang bergerak mengisi ruang yang kosong. Akibatnya terjadi penurunan tulang alveolar yang berada didalam gusi ataupun gigi yang bergerak bisa terbuka bagian leher giginya sehingga menyebabkan rasa linu. Tulang alveolar yang mendukung gigi tentu ketinggiannya akan berbeda antara daerah yang ompong dengan yang masih bergigi.

Jika suatu gigi masih bisa dipertahankan dengan perawatan saraf gigi atau tindakan gigi lainnya, lebih baik kita mempertahankan gigi tersebut daripada mencabutnya. Namun apabila suatu gigi memang sudah tidak bisa dirawat lagi maka pilihan pencabutan harus dilakukan. Gigi yang telah dicabut ini apakah perlu dilakukan penggantian? Jawabannya tentu saja perlu, karena pemulihan fungsi mengunyah, bicara, estetik bisa dicapai apabila ruangan yang kosong tersebut kita ganti dengan gigi tiruan.

Banyak jenis gigi tiruan saat ini, mulai dari gigi tiruan lepasan maupun yang tidak bisa dilepas. Pemilihan jenis gigi tiruan yang akan dipakai oleh pasien biasanya tergantung pada faktor jumlah gigi yang, hilang, kondisi jaringan pendukung (gusi dan tulang alveolar), usia pasien, dan juga faktor biaya. Jika jumlah gigi yang hilang banyak lebih disarankan untuk menggunakan gigi tiruan lepasan. Jenis bahan untuk gigi tiruan jenis ini adalah akrilik, frame logam ataupun bahan karet. Keuntungan jenis gigi tiruan lepasan adalah harganya relatif lebih murah bila dibandingkan dengan gigi tiruan permanen (tidak bisa dilepas). Pembuatan gigi tiruan ini biasanya juga tidak merusak gigi tetangga seperti pada pembuatan gigi tiruan permanen (misalnya bridge). Untuk beberapa kasus kehilangan gigi yang banyak ataupun total bisa juga digunakan penjangkaran seperti pemasangan implan jika kondisi pasien memungkinkan (kondisi tulang pendukung baik, tidak ada kelainan sistemik, usia yang cukup). Namun harganya juga lebih mahal dibandingkan dengan membuat gigi tiruan lepasan saja.

Gambar 1. Gigi tiruan penuh lepasan rahang atas dan bawah

Gambar 1. Gigi tiruan penuh lepasan rahang atas dan bawah

Jenis gigi tiruan cekat/ tidak bisa dilepas/ permanen adalah gigi tiruan yang secara permanen melekat pada struktur dibawahnya (gigi asli, implan). Bahan untuk gigi tiruan ini bermacam-macam seperti akrilik, porselen berlapis logam, porselen penuh maupun logam. Harga gigi tiruan jenis ini biasanya lebih mahal daripada gigi tiruan lepasan biasa dan proses pengerjaannya jika menggunakan gigi asli sebagai penyangga gigi tiruan maka diperlukan pengurangan struktur gigi asli (diperkecil).

Gambar 2. A.Contoh gigi yang dikecilkan untuk pembuatan gigi tiruan cekat. B. Gambar pemasangan gigi tiruan yang sudah jadi

Gambar 2. A.Contoh gigi yang dikecilkan untuk pembuatan gigi tiruan cekat. B. Gambar pemasangan gigi tiruan yang sudah jadi

Setelah pembuatan dan pemasangan gigi tiruan didalam mulut, yang tidak kalah penting adalah pemeliharaan dari gigi tiruan tersebut. Jika gigi tiruan lepasan maka pasien perlu mengetahui cara lepas pasang gigi tiruan dan cara membersihkan gigi tiruan tersebut. Sebaiknya gigi tiruan disikat juga setelah digunakan (makan) sehingga sisa makanan yang menempel pada gigi tiruan bisa dibersihkan. Gigi tiruan yang tidak pernah dilepas atau dibersihkan akan menyebabkan infeksi jamur pada rongga mulut. Sedangkan pada jenis gigi tiruan cekat yang tidak bisa dilepas pasien perlu melakukan pembersihan rongga mulut terutama disekitar gigi tiruan, jangan sampai ada sisa makanan yang menempel di bawah batas gigi tiruan ataupun disekitar jaringan penyangga. Kotornya jaringan sekitar gigi tiruan akan merusak awetnya gigi tiruan maupun struktur penyangga didalamnya (implan maupun gigi asli). Jangan lupa juga untuk kontrol 1 minggu setelah pemasangan pertama dan 6 bulan sekali setelahnya.

Dibuat Oleh: Silvia Naliani, drg., Sp. Pros.