Saat ini dunia masih dihadapkan pada permasalahan kesehatan global yang disebabkan oleh virus Corona. Tak terkecuali Indonesia. Covid-19, demikian penyakit yang disebabkan oleh virus Corona ini biasa disebut, begitu cepat menular dan menginfeksi manusia. Di Indonesia sendiri jumlah pasien yang terinfeksi virus ini setiap harinya terus bertambah. Hingga tulisan ini dibuat (5 Juli 2020), data yang dirilis oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat lebih dari 63 ribu kasus telah terjadi di Indonesia, dan angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah.

Berbagai usaha dan langkah- langkah pencegahan agar virus ini tidak terus menyebar telah dilakukan. Sosialisasi massal tentang penggunaan masker, social dan physical distancing, cuci tangan, pemakaian hand sanitizer dan tindakan pencegahan lain terus dilakukan. Dan saat ini telinga kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah ‘New Normal’. Sebenarnya apa itu ‘New Normal’?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai kondisi ‘New Normal’ sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit Covid-19, tentunya kita perlu memahami dulu bagaimana penyakit ini bisa menular. Covid-19 dapat menular melalui droplet (percikan air liur) dan airborne. Penyebaran lewat droplet terjadi ketika ada orang sakit yang batuk atau bersin sehingga mengeluarkan percikan cairan. Apabila percikan cairan tersebut memasuki mata, mulut, atau hidung orang yang sehat, orang tersebut dapat tertular. Penyebaran droplet biasanya sejauh satu meter. Namun, droplet juga dapat menempel pada permukaan benda. Seseorang bisa saja berisiko tertular penyakit bila memegang barang yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan dengan sabun. Sementara penyebaran melalui airborne berbeda dari penyebaran droplet karena mengacu pada keberadaan mikroba dalam inti tetesan. Penyebaran lewat airborne dapat bertahan di udara dalam jangka waktu yang lama dan dapat ditularkan pada jarak lebih dari satu meter.

‘New Normal’ dapat diartikan sebagai sebuah tatanan, kebiasaan dan perilaku baru untuk beradaptasi di tengah Covid-19. Tatanan, kebiasaan dan perilaku baru tersebut berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Tatanan baru ini harus diterapkan di seluruh aspek dan aktivitas hidup sehari- hari, misalnya saat dalam perjalanan, ketika sedang bekerja, ketika berada di tempat umum seperti restoran, pusat perbelanjaan dll.

Sikap waspada, namun tidak berlebihan, sangatlah diperlukan agar kita dan orang di sekitar kita tetap aman dari penularan Covid-19. Beberapa hal yang harus terus dilakukan diantaranya :

  • Pengecekan suhu tubuh secara rutin dan berkala.
  • Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
  • Jika tidak memungkinkan untuk mencuci tangan, gunakan hand sanitizer.
  • Tetap menjaga jarak, jauhi kerumunan.
  • Gunakan masker untuk mengurangi resiko tertular dan menularkan.
  • Terapkan etika batuk dan bersin.

Lalu bagaimana kesiapan RSGM Maranatha dalam menghadapi kondisi ‘New Normal’ ini?
RSGM Maranatha tentunya telah melakukan berbagai langkah dalam menghadapi kondisi ‘New Normal’ ini.

Protokol tindakan pencegahan dan pengendalian Infeksi Covid-19 di lingkungan RSGM Maranatha diantaranya :

  1. Penerapan physical distancing dan kewajiban penggunaan masker di lingkungan RSGM Maranatha.
    • Pada saat mengantri, telah diberikan tanda sebagai batas antri dengan jarak aman.
    • Duduk pada kursi yang telah diberi jarak.
    • Ketika menggunakan lift, menghadap ke arah dinding lift sesuai dengan tanda yang sudah disiapkan.
    • Pengantar pasien dibatasi hanya 1 orang.
  2. Lakukan kebersihan tangan dengan 6 langkah, menggunakan handrub atau sabun.
  3. Identifikasi kasus terduga Covid-19, hal ini dilakukan dengan pengukuran suhu tubuh tanpa kontak, dan pengisian kuesioner screening awal.
  4. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
  5. Modifikasi alat dan prosedur dalam perawatan pasien.
  6. Desinfeksi lingkungan kerja, baik untuk lingkungan perawatan pasien maupun area kantor/ back office.
  7. Penyesuaian alur pasien, meliputi jalur masuk dan keluar pasien dan karyawan, area cuci tangan, area dan batas antrian pasien.
  8. Edukasi etika batuk dan bersin bagi pengunjung RSGM Maranatha.

Disusun oleh :

Tim PPI RSGM Maranatha