Saat ini kita sedang dalam masa pandemik yang disebabkan oleh Covid-19. Hampir setengah tahun 2020 ini kita lalui dengan kondisi yang serba terbatas dan dipenuhi rasa cemas. Saat-saat seperti ini bukanlah saat yang tepat untuk memiliki masalah kesehatan, termasuk masalah kesehatan pada rongga mulut. Saya cukup sering bertemu dengan orang-orang di sekitar saya yang mengeluhkan sakit gigi atau masalah lain di rongga mulutnya, tapi enggan berobat ke dokter gigi, alasannya karena dokter gigi langganan sedang tidak praktek atau khawatir terpapar Covid-19 kalau ke rumah sakit atau klinik gigi, padahal menunda berobat ke dokter gigi bukanlah hal yang tepat.

Ada beberapa kondisi sakit gigi yang harus segera mendapatkan pertolongan, karena jika ditunda, dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah dan tentu biaya yang lebih besar. Sebaiknya segera ke dokter gigi untuk dilakukan screening, seberapa darurat kondisi sakit gigi tersebut, apakah membutuhkan tindakan segera, atau dapat diberikan obat dulu untuk meredakan sakit gigi.

Contoh kondisi sakit gigi yang perlu tindakan segera adalah, abses gigi, yaitu terdapat infeksi di gigi yang menyebabkan adanya akumulasi pus / nanah di sekitar akar gigi. Abses gigi jika tidak segera diobati beresiko untuk meluas dan khususnya pada rahang bawah dapat berpotensi membahayakan jalan napas. Pulpitis irreversible, yaitu kondisi di mana jaringan pulpa gigi mengalami inflamasi yang ditandai dengan nyeri spontan berdenyut dan nyeri dapat bertambah hebat jika terkena dingin. Pada kondisi ini, umumnya obat anti nyeri hanya bertahan beberapa saat kemudian muncul kembali. Kondisi lain yang memerlukan pemeriksaan segera yaitu adanya lesi atau luka di jaringan lunak rongga mulut yang tidak membaik setelah 2 minggu, karena ada beberapa jenis lesi yang merupakan gejala awal keganasan rongga mulut.

Jika akan mengunjungi rumah sakit atau klinik gigi, ada beberapa protokol yang perlu diperhatikan :

  1. Jangan lupa gunakan masker.
  2. Bawa hand sanitizer.
  3. Sebaiknya tidak membawa anggota keluarga yang rentan (anak-anak atau lansia) jika mereka tidak memerlukan perawatan gigi dan mulut.
  4. Saat berada di rumah sakit, jaga jarak dengan pasien lain, hindari menyentuh benda-benda di sekitar yang tidak diperlukan, hindari menyentuh mulut, hidung, dan mata.
  5. Hindari makan/minum di area rumah sakit.
  6. Setelah meninggalkan ruang perawatan, cuci tangan menggunakan air dan sabun, atau hand sanitizer.
  7. Saat melakukan pembayaran, disarankan menggunakan metode cashless.
  8. Setelah sampai di rumah, segera mandi dan cuci pakaian yang habis dipakai ke rumah sakit.

Terakhir, tetaplah jaga kebersihan rongga mulut. Jangan lupa menyikat gigi pagi setelah sarapan dan malam menjelang tidur agar terhindar dari masalah kesehatan gigi dan mulut.

Dibuat oleh : Dwiki K. Setiabekti, drg.

Sumber :

  1. Kemenkes.go.id
  2. pdgi.or.id