Kesehatan anak menjadi lebih penting di masa pandemic COVID-19 saat ini. Tidak hanya pada kesehatan secara umum, namun juga yang lebih bersifat khusus seperti gigi dan mulut. Karies gigi pada anak merupakan salah satu momok yang selalu menghantui pertumbuhan dan perkembangan gigi pada seorang anak.

Karies gigi merupakan penyakit yang telah menyebar luas dan dapat dicegah tetapi sebagian besar penduduk dunia pernah terserang penyakit ini tidak terkecuali pada anak anak. Karies berasal dari bahasa Latin yaitu Caries yang berarti lubang gigi. Karies gigi adalah proses demineralisasi yang disebabkan oleh suatu interaksi antara produk-produk mikroorganisme, saliva, bagian-bagian dari makanan dan email.

Faktor resiko dari dalam mulut adalah faktor yang langsung berhubungan dengan terjadinya karies, yaitu :

  1. Host yaitu : gigi
    1. Komposisi gigi (struktur gigi)

      Struktur gigi pada permukaan email yang cacat akan memudahkan plak melekat dan terbentuk.

    2. Bentuk Anatomi gigi

      Variasi bentuk gigi juga mempengaruhi gigi terhadap terjadinya karies. Bentuk gigi dapat ditinjau dari dua permukaan yaitu permukaan oklusal (atas gigi) dan permukaan halus (samping gigi).

    3. Susunan gigi / Posisi gigi

      Posisi gigi yang terletak tidak dalam lengkung rahang yang baik, gigi geligi akan tumbuh berjejal (crowding) dan saling tumpang tindih (overlapping) hal ini akan memungkinkan sisa makanan dan plak lebih mudah tertinggal diantara gigi tersebut sehingga akan mendukung timbulnya karies, karena daerah tersebut sulit dibersihkan.

  2. Bakteri / Mikroorganisme : Agent

    Mikroorganisme menempel pada gigi bersama dengan plak atau debris. Plak gigi adalah endapan lunak yang menempel pada permukaan gigi berwarna transparan seperti agar-agar mengandung banyak kuman. Plak akan tumbuh dan melekat pada permukaan gigi bila kita mengabaikan kebersihan gigi dan mulut.

  3. Diet Karbohidrat / substrat : Environment
    1. Diet Karbohidrat

      Jenis makanan keras lebih menghambat terbentuknya plak pada permukaan gigi dibandingkan dengan jenis makanan yang yang lunak. Jenis makanan yang asin juga menghambat terbentuknya plak dibandingkan dengan makanan yang manis, karena makanan manis merupakan energi bagi kuman. Begitu juga dengan makanan yang cair dapat menghambat terbentuknya plak, sedangkan makanan yang melekat dapat mempercepat pertumbuhan plak yang beresiko pada karies.

    2. Saliva

      Saliva memegang peranan penting lain yaitu dalam proses terbentuknya plak gigi; saliva juga merupakan media yang baik untuk kehidupan mikroorganisme tertentu yang berhubungan dengan karies gigi. Flow Rate atau saliva istirahat mempunyai ritme tertentu dalam sehari. Viskositas dari saliva yang kental dan tidak jernih akan menghambat pembersihan sel (agglutination). Sedangkan Jika kemampuan buffer saliva turun/berkurang, mulut akan asam sehingga remineralisasi hilang dan demineralisasi meningkat akhirnya terjadi perlunakan email gigi.

  4. Waktu : frekuensi makan

    Waktu disini dimaksudkan kecepatan terbentuknya karies serta lama dan frekuensi substrat menempel di permukaan gigi.
    Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya karies. Namun, dalam penanganannya akan lebih baik jika dilakukan upaya pencegahan primer, berupa pencegahan awal terhadap penyakit karies daripada tindakan merawat karies dengan pengeboran dan penambalan

    supaya tidak terjadi karies dapat dilakukan hal sebagai berikut :

    1. Dental Health Education (DHE)

      Anjuran diet (pengaturan makanan) : makanan yang mempercepat karies gigi dan makanan yang tidak mempercepat terjadinya karies gigi. Diet merupakan makanan yang dikonsumsi setiap hari dalam jumlah dan jangka waktu tertentu. Hendaknya menghindari makanan yang mengandung karbohidrat. Makanan yang disarankan adalah makanan yang banyak mengandung serat dan air. Jenis makanan ini memiliki efek self cleansing yang baik serta vitamin yang terkandung di dalamnya memberikan daya tahan pada jaringan penyangga gigi.

    2. Pemeliharaan kesehatan gigi

      Menjaga kebersihan mulut adalah merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya penyakit-penyakit dalam mulut, seperti: karies gigi dan radang gusi. Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit yang paling sering ditemukan dalam mulut, penyebab utama penyakit tersebut adalah plak. Usaha untuk memperoleh keadaan sehat dari gigi dan jaringan pendukung adalah dengan 2 hal terpenting yaitu mencegah dan menghilangkan plak. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain dengan kontrol plak.

    3. Pemeriksaan gigi teratur

      Pemeriksaan gigi sebaiknya dimulai sejak dini yaitu dapat dimulai sejak usia 6 bulan ketika gigi pertama mulai erupsi. Hal yang paling penting bagi dokter gigi adalah mengenali anak yang beresiko tinggi karies dari awal, sebelum manifestasi klinis penyakit terlihat nyata dan memberikan perlindungan. Usaha pencegahan harus dapat dimulai sejak awal supaya dapat menjamin kesehatan mulut anak yang baik. Tujuan dari kunjungan pertama anak kedokter gigi adalah untuk memperkenalkan anak ke dokter gigi sehingga anak terbiasa dengan lingkungan dokter gigi. Dalam hal ini peran orang tua sangat penting seperti mencontohkan untuk berani pergi ke dokter gigi dan mengajarkan bahwa ke dokter gigi bukanlah suatu hukuman.

    4. Pencegahan karies dengan fluor

      Penggunaan fluor dapat dibagi menjadi dua, yaitu secara sistemik dan topikal. Penggunaan secara sistemik bisa berupa tablet, obat tetes, dan fluoridasi air minum ataupun melalui makanan dan minuman secara alami. Sedangkan pemberian secara lokal dapat berupa topikal aplikasi, penggunaan pasta gigi yang mengandung fluor, dan obat kumur.

    5. Fissure sealant

      Pengaruh fluor topikal atau sistemik dalam mencegah karies gigi, pengaruhnya pada pit dan fisur sangat sedikit. Ini mungkin karena daerah cekung yang terlindungi pit dan fisur memberikan kondisi yang baik untuk terjadinya karies. Kejadian lubang gigi paling banyak mengenai daerah pit dan fissure, yang salah satunya disebabkan karena bentuknya yang terlalu dalam. Oleh karena itu tindakan fisur sealant sebagai preventif ditujukan khusus untuk mencegah karies pada daerah pit dan fisur.

Kehidupan dan pembiasaan baru yang kita sebut dengan ”New Normal” telah merubah hal hal yang tidak biasa dilakukan menjadi harus dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus Covid 19. Nah bagaimana dengan bidang Kesehatan? Terutama dokter gigi yang menangani anak yang ingin berobat ke dokter gigi. Kapan anak bisa datang ke dokter gigi ?

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh anak dan orang tua sebelum datang ke dokter gigi di masa new normal sebagai berikut :

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum anak datang ke dokter gigi :

  • Komunikasi orang tua – anak di rumah
  • Membuat janji berkunjung ke dokter gigi
  • Membiasakan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat)
  • Memakai alat pelindung diri dari rumah (masker dan face shield)

Saat di dokter gigi apa yang perlu diperhatikan :

  1. Datang sesuai jadwal dan waktu yang telah ditentukan
  2. Kunjungan sesingkat mungkin
  3. Pengantar (orang tua hanya salah satu)
  4. Hanya anak yang sakit/berobat yang berkunjung

Diharapkan masyarakat terutama orang tua dapat mengetahui dan mengenali tanda tanda terjadinya karies (lubang gigi) terutama pada anak anaknya, sehingga diharapkan anak anak terhindar dari sakit gigi. Pengetahuan yang baik dan pola hidup sehat terutama dalam menjaga kebersihan mulut diharapkan dapat mengurangi kejadian terjadinya karies gigi. (Anie Apriani, drg.,Sp.KGA., MKG-RSGM Maranatha)

Referensi

  1. Angela, A. 2005. Pencegahan Primer Pada Anak Yang Berisiko Karies Tinggi. Maj. Ked. Gigi. (Dent. J.), Vol. 38. No. 3.
  2. Finn. 2003. Clinical Pedodontics Fourth Edition. Philadelphia : WB Saunders Company.
  3. Hidayati, Lilik. 2005. Hubungan Karakteristik Keluarga dan Kebiasaan Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Keparahan Karies Gigi Anak Sekolah Dasar. Tesis. Universitas Diponegoro.
  4. Purnamasari, Citra. 2011. Bentuk Aplikasi Fluoride Dalam Pencegahan Karies. FKG USU.
  5. Rasuna G. 2010. Penggunaan fluor sebagai pencegahan karies gigi sejak dini. http://gilangrasuna.wordpress.com/2010/06/12/penggunaan-fluor-sebagai-pencegahan-karies-gigi-sejak-dini
  6. Sandira, Iqbal. 2009. Terapi Fluor untuk Perlindungan Mulut Anda. http://iqbalsandira.blogspot.com/2009/02/terapi-fluor-untuk-perlindungan-mulut.html