Kebiasaan merupakan suatu hal/kegiatan yang dilakukan berulang dan seringkali tidak disadari, kebiasaan dapat berpengaruh baik atau buruk tergantung kepada jenis kebiasaan yang dilakukan. Kebiasaan dalam rongga mulut dapat berpengaruh kepada jaringan keras (gigi, tulang alveolar), jaringan pendukung gigi (gingiva, ligamen periodontal) maupun mukosa mulut lainnya (lidah, bibir, pipi, palatum dan lain-lain). Kebiasaan yang buruk secara signifikan dapat menyebabkan penyakit periodontal, kebiasaan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Kebiasaan akibat neurosis/ stress emosional
  2. Kebiasaan akibat pekerjaannya (Occupational Habits)
  3. Kebiasaan lainnya

Kebiasaan ini secara umum bisa didapatkan / Acquired oral habits (kebiasaan yang dipelajari dan umumnya dapat mudah dilupakan) dan juga bisa kompulsif/ Compulsive oral habits (kebiasaan yang timbul akibat tingkah laku yang timbul karena pengaruh emosional dan umumnya terjadi pada anak-anak)

  1. Bruxism

    Aksi dari system mastikasi/pengunyahan dibagi menjadi 2 yaitu fungsi normal berupa pengunyahan, berbicara dan menelan, dan fungsi abnormal sperti bruxism, atau clenching. Bruxism, atau yang sering dikenal dengan istilah kerot/ tooth grinding, adalah mengatupkan rahang atas dan rahang bawah yang disertai dengan grinding (mengunyahkan) gigi atas dengan gigi bawah. Bruxism dibagi menjadi yang berhubungan dengan stress, dan juga tidak berhubungan dengan stress

    Pengaruh bruxism:

    1. Nyeri pada otot pengunyahan, sakit kepala, atau teling
    2. Gangguan bentuk gigi karena kehilangan struktur gigi
    3. Gigi jadi lebih sensitive
    4. Fraktur pada gigi atau tambalan
    5. Gangguan pada sendi TMJ/ Pengunyahan

    Penanggulangan:

    1. Pendekatan perilaku
    2. Pendekatan emosional
    3. Pendekatan interseptif
  2. Menghisap Ibu Jari

    Menghisap ibu jari merpakan kebiasaan buruk yang paling banyak terjadi di masyarakat, biasanya hal ini terjadi saat anak usia 1-3 tahun, dan mulai berkurang seiring bertambah besarnya anak tersebut, dan lama kelamaan hilang pada usia 4 tahun. Menghisap ibu jari dibagi menjadi 2 tipe:

    1. Aktif, yaitu anak-anak tersebut secara sadar menghisap ibu jarinya, apabila dibiarkan berkepanjangan, keadaan ini akan menyebabkan pergeseran posisi gigi dan mempengaruhi pertubuhan rahang atas dan rahang bawah
    2. Pasif, anak-anak hanya menempatkan jarinya didalam mulut tanpa menghisap

    Pengaruh dari menghisap ibu jari dapat menyebabkan anterior open bite, posisi gigi atas lebih maju, posisi gigi bawah mundur, langit-langit dalam, kesulitan/masalah berbibcara, gangguan pada ibu jari dll. Pada kondisi ini anak tidak boleh dimarahi, dipermalukan ataupun dihukum karena hal ini akan meningkatkan intensitas dan frekuensinya, anak-anak harus didistraksi agar dapat mengurangi kebiasaan ini dan lama kelamaan menghilangkan kebiasaan.

    Secara garis besar penanganan untuk keadaan ini dengan menjelaskan dan bertanya mengenai penyebab anak tersebut melakukan, memberikan kepercayaan diri, pemberian hadiah apabila dapat menghilangkan, mengingatkan, dan apabila diperlukan dapat menggunakan alat ortodontik.

  3. Mendorong Lidah

    Posisi lidah yang mendorong gigi depan, atau dimajukan sehingga lidah sering keluar/terlihat pada kondisi mulut tidak tertutup merupakan kebiasaan buruk yang dianggap bukan masalah. Pengaruh kepada rongga mulut berupa posisi gigi depan yang terbuka, gigi depan terlihat maju, terdapat jarak antara gigi yang seharusnya rapat, dan ketidaknyamanan secara umum pada tubuh karena tidak optimalnya pasokan oksigen tubuh.

  4. Bernafas Lewat Mulut

    Kebiasaan ini dipicu oleh adanya gangguan pada jalan nafas/ hidung yang berupa sumbatan, misalnya: adanya polip hidung dan pembesaran tonsil dibelakang hidung. Pengaruh terhadap rongga mulut adalah perubahan posisi gigi yang tidak sesuai, adanya kondisi peradangan gusi, karena keadaan rongga mulut kering karena aliran udara yang tinggi, sehingga saliva yang seharusnya melubrikasi dan melindungi permukaan gusi dan mukosa berkurang. dan ketidaknyamanan secara umum pada tubuh karena tidak optimalnya pasokan oksigen tubuh

  5. Minum susu dalam botol dot

    Kebiasaan minum susu memakai botol dan dibawa tidur sering dilakukan oleh anak usia sangat muda (1-3 tahun) yang dapat menyebabkan karies dini yang dinamakan Nursing Bottle Syndrome. Aliran saliva pada saat tidur berkurang sehingga susu menumpuk dan menggenangi gigi. Menyebabkan gigi yang berkontak dengan susu atau susu menempel rusak. Penggunaan dot yang berlebihan juga dapat mengubah posisi gigi dan menyebabkan ketidak selarasan dari gigi atas dan bawah. Penanganannya adalah menghilangkan kebiasaan ini, dengan mengganti cara minum susu ke gelas, dan tidak dibiasakan minum susu hingga tertidur.

  6. Menggigit Kuku

    Mengigit kuku banyak ditemukan pada anak-anak, kadang terbawa hinga dewasa, hal ini dapat ditimbulkan karena keadaan emosional atau adanya tekanan/stress, sehingga timbul keinginan untuk menggigit gigi.

    Pengaruh dari kebiasaan ini menyebabkan kerusakan pada gigi depan yang digunakan untuk menggigit, dapat mempengaruhi sendi pengunyahan, kerusakan pada daerah akar dari gigi tersebut. Pendekatan penanganan ini sama seperti kasus menghisap ibu jari.

  7. Menggigit Bibir

    Mengigit bibir banyak ditemukan pada anak-anak, kadang terbawa hinga dewasa, hal ini dapat ditimbulkan karena keadaan emosional atau adanya tekanan/stress, sehingga timbul keinginan untuk menggigit gigi.

    Pengaruh dari kebiasaan ini menyebabkan kerusakan pada daerah bibir, sehingga kondisi bibir tidak terlihat sehat, selalu terdapat luka yang tidak kunjung sembuh, adanya cekungan pada bibir yang digigit.

  8. Merokok

    Merokok sangat mempengaruhi kesehatan rongga mulut, karena meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker rongga mulu atau lesi-lei lain, kemudian juga mempengaruhi jaringan periodontal.

    Perubahan yang terjadi berupa:

    1. Menempelnya tar pada permukaan gigi
    2. Pewarnaan struktur gigi
    3. Pewarnaan dan timbulnya leukoplakia pada daerah gusi/mukosa
    4. Peradangan daerah mukosa tau gingiva
  9. Trauma Sikat Gigi

    Penyikatan gigi yang tidak baik dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan gigi, dan juga gusi yang terluka atau lama kelamaan bergeser secara vertical/horizontal. Penggunaan alat-alat pendukung sikat gigi seperti tusuk gigi, dental floss yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan gusi, atau memperparah keadaan dari gusi atau jaringan pendukungnya.

Sumber:

Anthony Hartono, drg.

Referensi:

Aasim Farooq Shah, Manu Batra , Sudeep CB ,Mudit Gupta, Kadambariambildhok, Rishikesh Kumar; Oral habits and their implications Ann Med 2014; 1: 179 – 186

N. Shahraki, S. Yassaei, M. Goldani Moghadam; Abnormal oral habits: A review; Journal of Dentistry and Oral Hygiene Vol. 4(2), pp.12-15, May 2012