Masalah kesehatan gigi dan mulut khususnya karies gigi merupakan penyakit yang dialami hampir dari setengah populasi penduduk dunia (3,58 miliyar jiwa) (The global Burden od Diseas Study, 2016). Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kesehatan gigi dan mulut merefleksikan kesehatan tubuh secara keseluruhan termasuk jika terjadi kekurangan nutrisi dan gejala penyakit lain di tubuh. Gangguan pada kesehatan gigi dan mulut dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari diantaranya menurunnya kesehatan secara umum, menurunkan tingkat kepercayaan diri dan mengganggu performa dan kehadiran di sekolah atau tempat kerja. (InfoDatin, 2019) Situasi Kesehatan Gigi dan Mulut Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak/berlubang/sakit (45,3%).

Maka dari itu perlu adanya upaya-upaya pencegahan agar dapat meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut secara optimal. Upaya yang dapat dilakukan oleh masing-masing individu antara lain dengan melakukan oral fisioterapi (upaya pencegahan secara mekanis). Oral fisioterapi adalah tindakan membersihkan gigi dan mulut dari sisa makanan dan debris , yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit pada jaringan keras maupun jaringan lunak.

  1. Alat Oral Fisioterapi
    1. Sikat gigi
      Sikat gigi merupakan salah satu alat yang digunakan untuk membersihkan gigi dan mulut. Di pasaran dapat ditemukan beberapa macam jenis sikat gigi, baik manual maupun elektrik dengan berbagai ukuran dan bentuk.Bulu sikat terbuat dari berbagai macam bahan,tekstur, panjang, dan kepadatan.Walaupun banyak jenis sikat gigi di pasaran, harus diperhatikan sikat gigi yang efektif untuk membersihkan gigi dan mulut, seperti; kenyamanan bagi setiap individu meliputi ukuran, tekstur dari bulu sika, mudah digunakan;mudah dibersihkan dan cepat kering sehingga tidak lembab; awet dan tidak mahal, bulu sikat lembut tetapi cukup kuat dan tangkainya ringan, ujung bulu sikat membulat.
      Syarat sikat gigi yang ideal secara umum mencakup : 

      1. Tangkai : tangkai sikat harus enak dipegang dan stabil,pegangan sikat harus cukup lebar dan cukup tebal.
      2. Kepala sikat : jangan terlalu besar, untuk orang dewasa maksimal 25 – 29 mm x 10 mm; untuk anak-anak 15 – 24 mm x 8 mm ; bila gigi molar ke dua sudah erupsi maksimal 20 mm x 7 mm; untuk anak balita 18 mm x 7 mm.
      3. Tekstur harus memungkinkan sikat digunakan dengan efektif tanpa merusak jaringan lunak maupun jaringan keras.Kekakuan tergantung pada diameter dan panjang filament dan elastisitasnya. Sikat yang lunak tidak dapat membersihkan plak dengan efektif, kekakuan medium adalah yang biasa dianjurkan.Sikat gigi biasanya mempunyai 1600 bulu, panjangnya 11 mm, dan diameternya 0,008 mm yang tersusun menjadi 40 rangkaian bulu dalam 3 atau 4 deretan.
    2. Alat bantu sikat gigi
      Alat Bantu sikat gigi digunakan oleh karena dengan sikat gigi saja kadang kadang kita tidak dapat membersihkan ruang interproksimal dengan baik,padahal daerah tersebut merupakan potensi terjadinya karies maupun peradangan gusi.
      Macam macam alat bantu yang dapat digunakan antara lain: Benang gigi (dental floss, tusuk gigi, sikat interdental, sikat dengan berkas bulu tunggal, kassa steril, Rubber tip, water irrigation).
  2. Bahan Oral Fisioterapi
    1. Disclosing Solution
      Zat yang digunakan biasanya yang mempunyai warna yang kontras denganwarna gigi, biasanya digunakan warna merah.
      Dengan menggunakan disclosing/zat pewarna kita dapat dengan mudah memberitahu atau mengarahkan pasien akan adanya plak dan dapat menunjukkan bersih tidaknya hasil penyikatan gigi yang telah dilakukannya. Dengan demikian sebaiknya disclosing diulaskan pada seluruh permukaan gigi dan digunakan /diberikan sebelum dan sesudah selesai menyikat gigi atau sebelum dan sesudah pembersihan karang gigi.
    2. Pasta Gigi
      Pasta gigi biasanya digunakan bersama-sama dengan sikat gigi untuk membersihkan dan menghaluskann permukaan gigi geligi, serta memberikan rasa nyaman dalam rongga mulut, karena aroma yang terkandung di dalam pasta tersebut nyaman dan menyegarkan.
      Pasta gigi biasanya mengandung bahan-bahan abrasive, pembersih,bahan penambah rasa dan warna, serta pemanis,selain itu dapat juga ditambahkan bahan pengikat, pelembab, pengawet, fluor dan air.
      Bahan abrasive dapat membantu melepaskan plak dan pellicle tanpa menghilangkan lapisan email.Bahan abrasive biasanya digunakan Kalsium Karbonat, atau Alumunium Hidroksida dengan jumlah 20%-40% dari isi pasta gigi.
  3. Teknik menyikat gigi
    Teknik menyikat gigi adalah cara yang umum dianjurkan untuk membersihkan deposit lunak pada permukaan gigi dan gusi merupakan tindakan preventive dalam menuju keberhasilan & kesehatan rongga mulut yang optimal. Oleh karena itu teknik menyikat gigi harus dimengerti dan dilaksanakan secara aktif dan teratur. terdapat tekhnik-tekhnik yang berbeda-beda untuk membersihkan gigi dan memijat gusi dengan sikat gigi.
    Dalam penyikatan gigi harus diperhatikan hal-hal berikut: 

    1. Tekhnik penyikatan gigi harus dapat membersihkan semua permukaan gigi dan gusi secara efisien terutama daerah saku gusi dan daerah interdental.
    2. Pegerakan dari sikat gigi tidak boleh menyebabkan kerusakan jaringan gusi atau abrasi gigi.
    3. Tekhnik penyikatan harus sederhana,tepat,dan efisien dalam waktu.

    Mengenai frekwensi penyikatan gigi telah disetujui bahwa gigi sebaiknya dibersihkan dua kali sehari, yaitu setiap kali setelah makan pagi dan sebelum tidur. Adapun beberapa teknik yang dianjurkan diantaranya:

    1. Stillman – Mc Call technic
      Posisi dari bulu-bulu sikat berlawanan dengan Charter’s,sikat gigi ditempatkan dengan sebagian pada gigi dan sebagian pada gusi,membentuk sudut 450 terhadap sumbu panjang gigi mengarah ke apical. Kemudian sikat gigi ditekankan sehingga gusi memucat dan dilakukan gerakan rotasi kecil tanpa merubah kedudukan ujung bulu sikat. Penekanan dilakukan dengan cara sedikit menekuk bulu-bulu sikat tanpa mengakibatkan friksi atau trauma terhadap gusi. Bulu-bulu sikat dapat ditekuk ketiga jurusan, tetapi ujung-ujung bulu sikat harus pada tempatnya. Metoda Stillman – McCall ini telah diubah sedikit oleh beberapa ahli yaitu ditambah dengan gerakan ke oklusal dari ujung-ujung bulu sikat tetap mengarah ke spiral. Dengan demikian setiap gerakan berakhir dibawah ujung incisal dari mahkota,sedangkan pada metoda yang asli,penyikatan hanya terbatas pada daerah cervical gigi dan gusi.
    2. Teknik Fones atau sirkuler
      Bulu-bulu sikat ditempatkan tegak lurus pada permukaabukal dan labnial dengan gigi dalam keadaan oklusi. Sikat digerakan dalam lingkaran-lingkaran besar sehingga gigi dan gusi rahang atas dan rahang bawah disikat sekaligus. Daerah interproksimal tidak diberi perhatian khusus. Setelah semua permukaan bukal dan labial disikat, mulut dibuka lalu permukaan lingual dan palatinal disikat dengan gerakan yang sama,hanya dalam lingkaran-lingkaran yang lebih kecil. Karena cara ini agak sukar dilakukan di lingual dan palatinal dan dapat dilakukan gerakan maju mundur untuk daerah ini. Teknik ini dilakukan untuk meniru jalannya makanan didalam mulut waktu mengunyah. Fones technic dianjurkan untuk anak kecil karena mudah dilakukan.

Sumber :

  • Hiranya Putri, Megananda. drg., 2008, Buku Ajar Preventive Dentistry, Bandung
  • Pusat Data dan Informasi Kemenkes., 2019, PUSDATIN, Jakarta
CategoryOral Fisioterapi