Memiliki susunan gigi rapi dan menarik menjadi dambaan setiap orang. Susunan gigi yang rapi tentunya turut mempengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang, ketika berbicara atau tersenyum. Bahkan, tak dapat dipungkiri, bahwa saat ini kerapihan susunan gigi menjadi tolak ukur dan daya tarik penampilan dari seseorang. Kondisi ini membuat banyak orang berlomba- lomba untuk memiliki gigi yang rapi, sehingga dapat mendukung penampilannya sehari- hari.

Salah satu cara yang dilakukan banyak orang untuk ‘merapikan’ giginya adalah dengan pemakaian behel (kawat gigi) atau bracket. Dalam dunia kedokteran gigi, hal ini disebut dengan perawatan orthodontic. Untuk mendapatkan hasil yang baik seperti yang diinginkan, sudah pasti perawatan orthodontic ini harus dilakukan oleh dan dalam pengawasan ahlinya, yaitu dokter gigi spesialis orthodonti.1

Lalu, sebenarnya kapan seseorang dapat memulai untuk melakukan perawatan ortho ini? Pemasangan kawat gigi biasanya dilakukan setelah kebanyakan dari gigi permanen sudah tumbuh, yaitu sekitar usia 12 tahun. Namun, masalah gigi yang tidak rapi atau rahang yang tidak sejajar sudah mulai muncul ketika gigi permanen mulai tumbuh, yaitu sekitar usia 7 tahun, sehingga sebaiknya temui dokter gigi terutama spesialis ortodonti untuk merencanakan penanganan sejak awal. Menemui dokter gigi di usia dini, tidak berarti perlu memasang behel saat itu juga.

Selain itu, seseorang yang menggunakan behel di usia dewasa, dibutuhkan waktu yang lebih lama dibanding memasang kawat gigi di usia anak-anak. Durasi penggunaan behel pada anak-anak berbeda-beda. Tergantung bagaimana mereka beradaptasi dengan kawat gigi yang dikenakan dan tingkat pertumbuhannya. Anak-anak biasanya akan diminta mengenakan behel sekitar 1,5 tahun hingga 3 tahun. Setelah itu akan dianjurkan untuk mengenakan retainer untuk menjaga kondisi gigi agar tetap rata.

Sementara itu, untuk pengguna behel dewasa, kemungkinan diperlukan lebih banyak perlengkapan kawat gigi. Biasanya, prosesnya akan memakan waktu lebih lama karena tulang sudah berhenti berkembang.

Pertanyaan lain yang seringkali muncul ketika seseorang akan melakukan perawatan orthodonti adalah, apakah harus ada tindakan pencabutan gigi sebelum atau selama perawatan? Yang menentukan apakah harus ada gigi yang dicabut atau tidak adalah dokter. Tujuan dari pencabutan ini biasanya adalah untuk menciptakan ruang sehingga posisi dan susunan gigi bisa diperbaiki dan lebih rapi. Namun jika dalam proses perawatan dan perbaikan susunan gigi ini tidak sampai harus menciptakan ruang, maka tidak perlu dilakukan tindakan pencabutan gigi.

Selama menjalani perawatan orthodonti, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal tersebut antara lain:

  1. Rutin kontrol ke dokter gigi.
    Kontrol dilakukan satu kali setiap bulan atau mungkin lebih sering, tergantung dari kondisi gigi. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, agar dokter dapat mengukur tingkat keberhasilan perawatan yang dilakukan. Selain itu, saat kontrol, dokter juga biasanya melakukan serangkaian pemeriksaan seperti pembersihan gigi, penggantian karet atau pemasangan alat tambahan jika memang diperlukan.
  2. Rajin menyikat gigi. Sudah dapat dipastikan bahwa kebersihan rongga mulut (oral hygiene) adalah hal yang sangat penting dan harus dijaga. Pada orang yang menggunakan behel, proses membersihkan gigi dan mulut harus dilakukan dengan ekstra, baik dari sisi waktu maupun tenaga. Selain itu diperlukan sikat gigi khusus, untuk dapat menjangkau celah/sela-sela gigi dan kawat dimana sisa makanan bisa bersembunyi.
  3. Memaksimalkan pembersihan gigi dengan benang gigi (dental floss).
  4. Hindari konsumsi makanan yang bertekstur lengket dan keras.
    Sisa makanan lengket yang menyangkut pada sela-sela behel dapat menimbulkan infeksi gigi dan menyebabkan gigi jadi berlubang dan terkikis. Akibatnya, gigi akan semakin rusak dan butuh perawatan lebih lagi untuk menyembuhkannya. Begitu juga dengan makanan keras yang berpotensi merusak lapisan enamel gigi.

Satu kekhawatiran lain yang juga sering menghinggapi masyarakat mengenai perawatan orthodonti adalah bahwa pemasangan kawat gigi dapat menyebabkan warna gigi berubah. Dapat dikatakan bahwa hal ini tidaklah benar. Selama pemasangan bracket dilakukan dengan prosedur dan ketentuan yang benar, ini tidak akan mempengaruhi warna gigi pemakainya. Namun tentunya harus diimbangi juga dengan kebersihan gigi dan mulut yang selalu terjaga.

Sumber:

www.zikri.com/2011/01/07/tanya-jawab-sebelum-salah-langkah-ketika-pasang-behel-gigi/

www.health.detik.com/catat-ini-pantangan-yang-mesti-dihindari-usai-pasang-kawat-gigi/

jurnal.unair.ac.id : ‘Fenomena Penggunaan Behel Gigi Sebagai Simbol Dalam Proses Interaksi Sosial Pada Kalangan Remaja di Perkotaan’

http://fkg-unhas.blogspot.com/2010/09/faq-pertanyaan-paling-sering-seputar.html