Jangan ke dokter gigi apabila anda merasa tidak enak badan, tidak fit, demam/batuk/pilek dalam 14 hari terakhir. Merawat gigi dalam masa pandemi tentu menjadi dilema baik di kalangan masyarakat maupun bagi dokter gigi di fasilitas pelayanan kesehatan itu sendiri. Karena tindakan kedokteran gigi yang dapat menghasilkan aerosol sangat terkait dengan penularan covid-19.

Aerosol adalah zat padat yang terkandung dalam udara dengan ukuran sangat kecil sehingga dengan mudah dapat terhirup kedalam paru-paru. Sesorang dapat terinfeksi covid-19 apabila menghirup aerosol yang mengandung virus sars-cov2 dalam jumlah tertentu, hasil dari tindakan kedokteran gigi yang dilakukan pada pasien dengan positif covid-19.

Dengan risiko ini apakah kesehatan gigi dapat diabaikan saja? Bagaimana jika seseorang sakit gigi apakah akan ditahan sampai pandemi ini selesai ? Tentu tidak.

Saat ini banyak intervensi yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 salah satunya adalah mengurangi percikan aerosol dari tindakan kedokteran gigi, selain tetap menjaga protokol kesehatan tentunya.

Oleh karena itu sebelum melakukan perawatan gigi perlu pastikan anda fit dan sehat (tidak demam/batuk/pilek). Jika ingin ditemani bawa pengantar maksimal 1 orang saja demi mengurangi jumlah orang dalam ruang tindakan. Selanjutnya pilihlah faskes yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan telah melakukan intervensi guna mengurangi resiko penyebaran covid-19. Intervensi apa saja yang dapat dilakukan?

Berikut akan dijabarkan tips memilih faskes yang aman untuk melakukan tindakan kedokteran gigi, yaitu faskes yang melakukan/ menyediakan/menerapkan hal-hal di bawah ini :

  1. Sebelum memasuki wilayah rumah sakit, faskes melakukan screening. Screening disini diperuntukan untuk mengetahui apakah seseorang berisiko untuk menularkan covid-19 atau tidak, melalui cek suhu dan kuisioner yang pertanyaanha berhubungan dengan covid-19. Jika dari screening didapatkan orang tersebut memiliki resiko maka akan diarahkan dulu ke dokter umum untuk memastikan gejala yang diidap mengarah ke covid/bukan. Jika mengarah maka tindakan kedokteran tidak dapat dilakukan terkecuali dalam keadaan emergency.
  2. Tersedianya fasilitas cuci tangan dan handrub di tempat umum dan fasilitas yang banyak dilalui oleh pasien/petugas/pengunjung.
  3. Seluruh petugas ketat dalam penggunaan masker dan menjaga jarak
  4. Dokter gigi dan perawat gigi menggunakan alat pelindung diri lengkap seperti gaun, haircap, masker n95, faceshield dan sarung tangan
  5. Terdapat exhaust di ruang tindakan yang membantu memperlancar sirkulasi udara.
  6. Terdapat hepa filter di ruang tindakan yang mampu menyaring dan menetralisir bakteri dan virus.
  7. Terdapat alat penyedot aerosol (esktra oral suction) yang diletakan di depan rongga mulut ketika dokter melakukan tindakan yang berisiko menyipratkan.
  8. Alat-alat yang digunakan untuk pasien semuanya di wrap/bungkus steril. Dan digunakan sekali pakai untuk satu pasien.
  9. Setiap pergantian pasien, ruangan dilakukan desinfeksi terlebih dahulu.

Dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat maka risiko terpapar covid-19 juga dapat diminimalisir. Maka pilihlah faskes yang tepat untuk merawat gigi anda. RSGM maranatha telah menyediakan dan menerapkan intervensi tersebut agar pasien merasa aman dan nyaman. Sehingga periksa gigi di masa pandemi tidak menjadi dilema lagi.