Nutrisi seperti apakah yang paling optimal untuk diberikan kepada anak berusia 0-2 tahun?

Setiap bayi seharusnya mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama yang kemudian dilanjutkan dengan MPASI (Makanan Penunjang Air Susu Ibu) yang cukup dan aman. ASI tetap diberikan sampai menginjak usia 2 tahun.

Mengapa ASI menjadi komposisi utama pada masa ini?

Komposisi kandungan dari ASI akan terus berubah sejalan dengan pertumbuhan dan kebutuhan bayi seperti kolostrum, hind milk/fore milk, dan ASI prematur. ASI juga memiliki kandungan lain seperti:

  1. Lemak, kolestrol, DHA, dan laktosa sebagai nutrisi vital untuk perkembangan otak dan tubuh
  2. Perlindungan antibodi (kekebalan tubuh) dari tubuh ibu juga masuk ke dalam kandungan ASI
  3. Vitamin dan mineral dalam bentuk yang lebih mudah diserap tubuh
  4. Bakteri baik dalam bentuk seperti bifidobacterial dan lactobacillus
  5. Rasa yang bervariasi dimana bayi yang diberi ASI akan lebih mudah beradaptasi terhadap makanan

Strategi pemberian MPASI

  1. TEPAT WAKTU

    Sesuai standar WHO, MPASI dapat diberikan bila ASI tidak lagi mencukupi sebagai pemenuh kebutuhan bayi yang dimulai pada usia 6 bulan. Tekstur MPASI yang dapat diberikan adalah:

    • Usia 6-8 bulan : Tekstur dalam bentuk lembut, mudah dilumat, kental dan sudah disaring
    • Usia 9-11 bulan : Tekstur dalam bentuk dicincang, potongan kecil, dan selanjutnya dalam bentuk yang mudah diiris
    • Usia 12-23 bulan : Tekstur makanan pada umumnya

    Keterlambatan memperkenalkan makanan padat pada anak selain dapat mempengaruhi tingkat asupan kalori, juga dapat mempengaruhi perkembangan sensori motor oral (syaraf dan otot mulut) sehingga mempengaruhi perkembangan bicara

  2. ADEKUAT / CUKUP

    MPASI sebaiknya diberikan dalam kadar yang cukup (tidak berlebihan) secara kualitas bukan kuantitas. Terdapat 2 komponen utama dalam makanan yang berguna bagi pertumbuhan anak yaitu Makronutrien dan Mikronutrien.

    Makronutrien mencakup karbohidrat, protein (terutama sumber hewani), lemak (minyak goreng, santan, mentega), buah atau sayur. Mikronutrien meliputi mineral seperti seng, zat besi, kalsium, asam folat, serta vitamin seperti vitamin A, C, D, E, B6, B12, yang cukup dan seimbang sehingga kebutuhan gizi anak terpenuhi. Mengapa Protein Hewani?

    • Jumlah asam amino esensial dalam protein hewani lebih tinggi dan lengkap dibanding protein nabati
    • Jumlah asam amino yang terkandung dalam protein nabati lebih lama dicerna dan digunakan oleh tubuh daripada protein hewani.
    • Pada protein nabati, beberapa kandungan nutrisi seperti vitamin D, vitamin B12, zat besi, zinc, dan docosahexaenoic acid (DHA) lebih sedikit dibanding protein hewani.

    Komposisi MPASI

    Komposisi yang perlu diperhatikan dalam makronutrien adalah karbohidrat mencakup 35-60% dari total kalori, protein 10-15% dari total kalori, dan lemak 30-45% dari total kalori.

    Tabel Perbandingan kuantitas MPASI dan ASI

    MPASI yang diberikan juga sebaiknya lebih sedikit mengandung porsi serat / fiber (diperoleh dari sayuran dan buah-buahan). Serat dapat saling berikatan sehingga menghambat absorpsi beberapa mineral penting (kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, zeng). Serat pada tahap awal MPASI lebih ke arah perkenalan sehingga komposisinya menjadi lebih kecil dari yang lain. Kandungan zat besi dalam daging juga diserap 20x lebih tinggi dibanding sayuran seperti bayam.

    Vitamin A

    Terdapat 2 jenis vitamin A:

        1. Performed Vitamin A (Retinol): Jenis vitamin A yang langsung diserap oleh tubuh. Makanan yang berasal dari hewan lebih kaya akan Retinol dibanding yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (nabati).
        2. Pro-Vitamin A (Beta-caroten): Jenis vitamin A yang harus berubah wujud dahulu menjadi Retinol untuk dapat diserap oleh tubuh. Makanan yang berasal dari tumbuhan (nabati) lebih kaya akan Beta-caroten. Rasio perubahan Betacaroten menjadi Retinol adalah 1:6 , artinya jika kita berharap Vitamin A dari tumbuhan dapat diserap dengan baik maka sayuran yang perlu dimakan adalah dalam jumlah lebih banyak yaitu 6x lipat dari daging / sumber vitamin A hewani lainnya.

    Gula

    Ketika memberikan gula dalam bentuk free sugar (gula kemasan / bubuk yang dijual bebas di pasaran) sebaiknya dibatasi <5% dari total kalori/hari untuk balita / anak usia di bawah 2 tahun. Sebagai contoh, untuk seorang bayi berusia 12 bulan dengan berat badan 9 kg dan kebutuhan kalori 900 kkal, maka hanya 45 kalorie / 11 gram gula yang sebaiknya diberikan pada MPASI. Sebagai perbandingan:

    1 sendok makan gula pasir setara dengan 12.5 gram gula

    1 sendok teh gula pasir setara dengan 5 gram

    Garam

    Pada anak berusia 0-12 bulan, pemberian garam sebaiknya tidak lebih dari 1 gram setiap hari (dengan kadar sebaiknya kurang dari 400 mg natrium). Sedangkan pada anak usia 1-3 tahun pemberian garam sebaiknya tidak lebih dari 2 gram setiap hari (dengan kadar sebaiknya kurang dari 80 mg natrium). Sebagai perbandingan:

    1 sendok makan garam setara dengan 17 gram garam

    1 sendok teh garam setara dengan 6 gram garam

  3. AMAN DAN HIGENIS

    Beberapa prinsip keamanan dan hygiene yang perlu diperhatikan dalam memberikan MPASI

    1. Jagalah kebersihan
    2. Pisahkan bahan makanan mentah dari bahan makanan matang
    3. Masaklah makanan dengan benar: Bakteri akan mati pada suhu 60-100 derajat celcius
    4. Jagalah makanan supaya berada dalam suhu yang benar:

  4. DIBERIKAN SECARA RESPONSIF

    Orangtua sebagai pengasuh utama anak adalah pengambil keputusan utama dalam menentukan APA, KAPAN (Jadwal), dan DIMANA anak akan diberi makan. Anak secara naluriah akan menentukan berapa banyak dia makan sesuai dengan kapasitas dirinya (yang dapat kita nilai dari sinyal lapar dan kenyang).

    Terdapat tiga aturan memberi makan (feeding rules) yang perlu diperhatikan dalam pemberian MPASI:

    1. JADWAL
      • Buat jadwal untuk makanan utama dan makanan selingan/susu
      • Usahakan proses makan tidak lebih dari 30 menit
      • Anak tidak boleh makan apapun diantara jam makan, hanya boleh minum air putih
    2. LINGKUNGAN
      • Ciptakan suasana makan yang menyenangkan (jangan memaksa anak untuk makan)
      • Siapkan serbet untuk alas makan agar tidak berantakan
      • Jangan ada distraksi (mainan, televisi, gadget) waktu makan
      • Jangan memberi makanan sebagai hadiah, supaya anak terbiasa makan pada waktu dan tempatnya
    3. PROSEDUR
      • Berikan makanan dalam porsi kecil, jangan sekaligus banyak
      • Disarankan untuk memberi minum air putih setelah selesai makan
      • Pelan-pelan anak dibiasakan untuk belajar makan sendiri
      • Dalam kondisi anak tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, menangis), tetap tawarkan makanan tapi jangan memaksa
      • Dalam waktu 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, akhiri proses makan

diasuh oleh: dr. Chandni Daryanani, Sp. A

(dirangkum dari berbagai sumber)

CategoryKesehatan Anak