Lebaran merupakan salah satu momen penting selain sebagai hari raya besar agama Islam, tapi juga menjadi momen kita bisa berkumpul bersama keluarga. Keakraban keluarga juga seringkali disertai makan bersama. Ada berbagai ragam jenis makanan yang sudah menjadi tradisi sebagai menu khas lebaran, mulai dari ketupat, rendang, opor ayam, gulai sayur, kue nastar, kue putri salju, dll. Walaupun enak, jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang harus diwaspadai pasca lebaran.

  1. Diabetes Melitus (Gula Darah Tinggi)
    Diabetes Melitus (DM) merupakan kondisi gula dalam darah tinggi yang disebabkan kurangnya produksi insulin atau gangguan pada fungsi insulin. Gula darah meningkat bisa dicetuskan oleh konsumsi makanan tinggi gula seperti kue-kue, minuman soda, maupun makanan tinggi karbohidrat. Orang dengan DM akan mengalami penurunan berat badan, mudah lapar, sering merasa haus, banyak minum, banyak buang air kecil. Selain itu, perlu dilakukan pemeriksaan gula darah untuk mengkonfirmasi gejala yang ada.
  2. Hiperkolesterolemia (Kolesterol Tinggi)
    Makanan khas lebaran yang mengandung santan seperti gulai jika dikonsumsi berlebihan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Telur (bagian kuningnya) dan seafood (selain ikan) juga memiliki kandungan kolesterol tinggi. Kolesterol yang tinggi seringkali tidak menimbulkan gejala apapun. Keadaan ini justru menyebabkan masalah karena kita biasanya baru akan ke dokter jika mengalami gejala-gejala tertentu.
  3. Hiperurisemia (Asam Urat Tinggi)
    Makanan yang berhubungan dengan produk kacang-kacangan atau sayuran hijau umumnya memiliki kadar purin tinggi. Purin yang dikonsumsi dapat diubah menjadi asam urat, sehingga jika dikonsumsi berlebihan akan meningkatkan kadar asam urat. Asam urat yang tinggi ini dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti nyeri sendi pada daerah ibu jari kaki.
  4. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
    Makanan yang mengandung kadar garam atau MSG tinggi dapat meningkatkan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menimbulkan gejala seperti sakit kepala. Namun, justru kasus umum yang terjadi yaitu adanya peningkatan tekanan darah yang tidak disertai gejala apapun. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pemeriksaan ke dokter secara berkala.

Berikut merupakan acuan parameter beberapa masalah kesehatan:dr Allen

Sahabat RSGM yang memiliki riwayat masalah kesehatan seperti diatas, jangan lupa untuk kontrol berkala ya. Bagi sahabat RSGM yang sehat pun juga tidak ada salahnya untuk sesekali melakukan pemeriksaan kesehatan karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Salam sehat.

Referensi:

Brunton LL, Dandan RH, Knollmann BC. 2018. Goodman & Gillman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics 13th ed. New York: McGraw-Hill Education.

Joseph AC et al. JNC 8 Versus JNC 7 – Understanding the Evidence. Int. J. Pharm. Sci. Rev. Res., 36(1).

Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. 2019. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.

Pedoman Tatalaksana Dislipidemia. 2013. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia.