Mengapa Sedasi Dibutuhkan Dalam Tindakan Dental?

Banyak orang merasa cemas dan takut sebelum menjalani tindakan gigi. Bagi sebagian orang, kadar rasa cemas ini lebih tinggi dari yang lain. Rasa cemas ini bisa berasal dari pengalaman sebelumnya yang tidak menyenangkan atau menyakitkan, akibat cerita dari anggota keluarga ataupun teman, atau dari prosedur tindakan gigi itu sendiri seperti pencabutan gigi bungsu. Selain itu prosedur tindakan dental juga dapat menakutkan bagi anak-anak ataupun orang dengan kebutuhan khusus. Rasa cemas yang berlebihan tersebut dapat menyebabkan berbagai efek yang tidak menyenangkan meliputi jantung berdebar, peningkatan tekanan darah, rasa mual bahkan muntah dan kesulitan tidur pada malam sebelum tindakan. Hal ini menyebabkan banyak orang menghindari berobat ke dokter gigi sampai bertahun-tahun dan baru terpaksa datang setelah kondisinya sudah parah.

Apakah Sedasi Itu?

Sedasi merupakan tindakan pemberian obat anestesi yang dapat menghilangkan kecemasan pasien sehingga membuat semua tindakan dental menjadi lebih nyaman dan aman bagi pasien dengan tingkat kecemasan yang tinggi. Selama tindakan, sedasi membuat pasien lebih tenang dan dokter gigi mampu melaksanakan tindakan dengan sebaik mungkin. Pasien yang tersedasi bukan hanya lebih rileks tetapi juga memiliki ingatan yang terbatas akan prosedur yang dilakukan. Selain itu pasien masih dapat berkomunikasi dengan dokter selama tindakan berlangsung.

Bagaimana Obat Sedasi Diberikan?

Obat sedasi dapat diberikan melalui beberapa cara. Pertama dengan pemberian gas seperti Nitrous Oxide (NO) atau gas gelak yang dihirup melalui pernapasan, ke dua melalui pemberian oral dalam bentuk cairan atau tablet dan ke tiga intravena atau melalui pembuluh darah. Nitrous Oxide merupakan gas yang umum digunakan dalam sedasi, bisa digunakan sebagai obat tunggal atau kombinasi dengan obat lain seperti oral atau intravena.

Apakah Pasien Dimonitor Selama Tindakan Sedasi?

Monitor selama tindakan sedasi tergantung kepada kedalaman sedasi, apakah sedasi yang dilakukan ringan, sedang atau dalam, selain kondisi pasien dan jenis tindakan yang akan dilakukan. Monitor yang dilakukan bervariasi mulai dari pengukuran tekanan darah otomatis sampai pengukuran saturasi oksigen. Pada beberapa pasien dan sedasi dalam, monitor lengkap diperlukan termasuk EKG untuk memantau gelombang denyut jantung pasien. Monitor dilakukan secara berkesinambungan dan Dokter Spesialis Anestesi akan memantau langsung sepanjang prosedur sedasi.

Apakah Sedasi Itu Aman?

Penggunakan sedasi di dalam tindakan gigi sudah terbukti aman. Keamanan sedasi semakin meningkat sesuai dengan perkembangan teknologi baik dalam teknik pemantauan tanda vital termasuk tekanan darah, saturasi oksigen dan EKG, obat-obatan yang digunakan, serta kompetensi dan komitmen Dokter Spesialis Anestesi yang menjalankan prosedur sedasi tersebut. Konsultasi antara Dokter Spesialis Anestesi dan pasien sebelum tindakan sedasi merupakan hal yang sebaiknya dilakukan untuk menjalin komunikasi dan edukasi sehingga pasien benar-benar mengerti akan tindakan sedasi tersebut.